Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Berawal Jual Pulsa, Hartanto Sukses Bangun Bisnis Greenteatox: Kirim 500 Produk

Syahaamah Fikria • Selasa, 21 Desember 2021 | 01:16 WIB
Hartanto sukses dengan usaha online produk teh pelangsing herbal dengan brand Greenteatox.
Hartanto sukses dengan usaha online produk teh pelangsing herbal dengan brand Greenteatox.
BOYOLALI– Memulai bisnis tak semudah membalikan telapak tangan. Banyak yang tak berani ambil risiko. Apalagi bagi orang-orang yang memang telah mapan menjalani pekerjaan mereka sebagai pegawai. Namun, hal ini tak berlaku bagi Hartanto.

Pria yang sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan telekomuniaksi ini berani keluar dari zona nyaman. Keluar dari pekerjannya, Hartanto bersama sang istri kemudian membangun usaha. Kini mereka sukses dengan usaha online produk teh pelangsing herbal dengan brand Greenteatox.

Namun, bukan berarti mereka tak menemui jalan terjal saat membangun usaha. Awalnya mereka membuka konter pulsa pada 2019 lalu. Kurang lebih setahun, kehidupan mereka dijalani dengan sederhana.

”Pernah dalam sehari hanya dapat Rp 20 ribu saja. Itu pun hanya cukup buat makan saja. Saat itu istri juga baru hamil besar,” tutur Hartanto saat ditemui di tempat usahanya di Perumahan Winong Baru, Boyolali kota.

Tak patah arang, mereka mencari ide jualan lainnya untuk menyambung hidup. Berbagai survei produk dan kemasan dilakukan secara mandiri. Bersama sang istri yang kala itu sudah hamil besar, mereka menemukan racikan obat diet alami dari teh hijau. Survei dilakukan untuk mencari kualitas teh hijau pilihan, mulai dari Salatiga sampai Karanganyar.

Jatuh bangun memulai bisnis telah dilalui. Hingga awal 2020 mereka mampu me-launching Greenteatox yang berbahan dasar teh hijau. Mereka mengambil bahan baku dari Karanganyar. Teh hijau ini difungsikan untuk mengeluarkan racun dan lemak. Dia ingin produknya mampu menyelesaikan masalah dan dibutuhkan semua orang.

“Racikan kami juga gagal berkali-kali. Sampai bisa mendapat formula yang tepat. Awal merintis juga menemui kendala. Pertama, cuma laku dua sampai tiga karena kita penjualan full online. Kendala lebih banyak, kompetitor banyak, saingan banyak, dan harus mencari pasarnya,” papar Hartanto.

Promosi paling utama mereka lewat Facebook ads atau iklan bersponsor, lalu marketplace bisa atur harga, voucher dan lainnya. Selain itu, mereka juga menggunakan akun Instagram @tehpelangsing_greenteatox untuk memasarkan produk.

Pelan tapi pasti, penjualan mereka makin meroket. Hingga bisa memperkerjakan dua karyawan. Bahkan saat pandemi Covid-19, usaha Hartanto tidak berpengaruh sama sekali. Justru omzetnya makin naik dengan jumlah kiriman mencapai 500 pieces per bulan. Namun, dia terkendala pada banyaknya retur barang yang membuat rugi biaya pengiriman.

”Kami sudah tiga kali ganti jasa kirim, sampai ketemu JNE yang cocok. Dua jasa kirim sebelumnya itu banyak retur, jadi kami harus rugi biaya kirim. Terutama pengiriman luar Jawa. Kalau JNE biaya kirim cukup murah, efisien waktu, dan tidak banyak retur,” jelasnya.

Hartanto menggunakan jasa JNE sejak Agustus 2020 sampai sekarang. Sejak menggunakan JNE, penurunan jumlah retur barang cukup fantastis. Sebelumnya untuk 500 kiriman, tingkat retur barang bisa mencapai 15 persen-20 persen. Sekarang, dengan JNE untuk 2.500 kiriman, tingkat retur barang tidak mencapai 10 persen. Efisiensi ini juga berimbas pada omzet yang didapatnya. Keuntungan lainnya, dia bisa memantau pesanan barang sampai di mana. Ketika pembeli tidak ada di rumah, barang tidak langsung diretur.

”Jadi kami bisa hubungi JNE untuk keep dulu di dropship. Baru ketika orangnya di rumah bisa diantarkan. Kami difasilitasi dengan bergabung grup WhatsApp Solo-Boyolali. Jadi bisa monitoring barang dan pesan waktu pengiriman,” terang Hartanto. (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#bisnis online #kisah sukses #Greenteatox #wiraswastawan #Jne