Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Soal Dana Nasabah Bobol karena Lalai, BRI Ingatkan Modus Kejahatan Social Engineering

Syahaamah Fikria • Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:51 WIB
Direktur Utama BRI Sunarso mengajak pekerja-pekerja BRI berprestasi di daerah untuk menerima penghargaan bertaraf internasional dari The Asset Triple A di Singapura.
Direktur Utama BRI Sunarso mengajak pekerja-pekerja BRI berprestasi di daerah untuk menerima penghargaan bertaraf internasional dari The Asset Triple A di Singapura.
JEMBER - Satu lagi korban kejahatan perbankan social engineering. Nasabah atas nama Angga Wisudawan, warga Kecamatan Sumbersari, Jember dikabarkan jadi korban kejahatan perbankan dengan kerugian hingga seratusan juta rupiah lantaran lalai telah menginformasikan data transaksi perbankan yang bersifat pribadi dan rahasia.

Hal tersebut disampaikan Pemimpin Kantor Cabang BRI Pare Hari Prasetyo. Dia mengungkapkan, BRI telah melakukan investigasi atas pengaduan nasabah yang bersangkutan.

“BRI sangat menyesalkan kejadian tersebut, di mana yang bersangkutan merupakan korban tindak kejahatan penipuan online atau social engineering. Yang bersangkutan menginformasikan data transaksi perbankan (PIN dan password) yang bersifat pribadi dan rahasia pada pihak yang tidak bertanggung jawab, baik melalui digital atau phone scam sehingga transaksi dapat berjalan dengan sukses," tutur Hari.

Hari mengungkapkan BRI berempati atas hal tersebut. Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan.

Maka atas kejadian tersebut, BRI terus mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati dan tidak mengunduh, menginstal, maupun mengakses aplikasi tidak resmi. Serta diimbau agar nasabah tetap menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI.

“Termasuk tidak memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP dan sebagainya ) melalui saluran, tautan atau website dengan sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," papar Hari.

Dia juga mengimbau hal yang sama ke masyarakat umum, bahwa modus penipuan social engineering tersebut juga dapat terjadi di bank mana pun. Untuk memerangi kejahatan tersebut, BRI terus mendukung, berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Terutama guna melakukan penanganan dan penangkapan pelaku kejahatan social engineering.

Hal senada diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Bambang Supriyanto. Dia mengatakan, OJK bersama lembaga perbankan sudah masif melakukan eduksi kepada nasabah untuk tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab dan pihak-pihak yang mengaku atau mengatasnamakan dari perbankan.

Bambang menegaskan, apabila kesalahan dilakukan oleh nasabah, maka kerugian akibat penipuan social engineering tersebut tidak dapat dimintakan penggantian.

“Kalau memang perbankan membuktikan bahwa itu adalah kesalahan sendiri dari nasabah maka tidak dapat dimintakan penggantiannya kepada pihak bank," jelasnya. (*/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#BRI #Kejahatan Perbankan #BRImo #Social Engineering #dana nasabah bobol