Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fenomena Warung Madura dan Kebangkitan Ekonomi Lokal: Buka Nonstop 24 Jam, Lokasi Tepi Jalan

Silvester Kurniawan • Senin, 31 Juli 2023 | 14:00 WIB
Toko kelontong Madura yang buka 24 jam mulai bersebaran di Kota Solo dan sekitarnya.
Toko kelontong Madura yang buka 24 jam mulai bersebaran di Kota Solo dan sekitarnya.

RADARSOLO.COM – Dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan minimarket modern berjejaring sangat mendominasi. Nah, kini mereka mulai mendapat “pesaing” dengan fenomena munculnya warung-warung kelontong Madura yang buka 24 jam.

Waktu menunjukkan hampir tengah malam. Namun aktivitas toko kelontong di Jalan Letjen Suprapto di Sumber, Banjarsari, belum sepi. Masih ada pembeli datang silih berganti.

Meski secara ukuran tidak terlalu luas, namun barang-barang yang dijual relatif komplet. Mulai dari kebutuhan bahan pokok, makanan dan minuman ringan hingga barang-barang harian lainnya. Termasuk pom mini yang terpajang di depan warung.

Pembeli pun tidak perlu khawatir bila sewaktu-waktu ingin membeli kebutuhan. Sebab, toko ini buka 24 jam penuh. Barang-barangnya juga tertata rapi di rak-rak kaca sehingga menarik pembeli datang.

Toko-toko yang memiliki kemiripan dalam penataan dan jam operasional ini dalam beberapa waktu terakhir menjamur di beberapa lokasi di Kota Bengawan dan sekitarnya. Pemilik dan karyawannya merupakan orang Madura.

Seperti toko di Jalan Letjen Suprapto ini. Berada di tepi jalan arteri, toko ini memiliki ciri khas tersendiri. Di depan warung terdapat spanduk ukuran jumbo bertuliskan: Toko Sembako Madura. Bukan 24 Jam. Di spanduk itu disertai sejumlah informasi tentang jenis-jenis barang dagangan yang dijual seperti beras, air minum, gas LPG, minyak goreng, telur, gula, aneka snack, tepung, garam, rokok, dan sebagainya. Tak heran siang hingga dini hari pun menjadi jujugan para pembeli.

Menurut penjaga toko, Ulfa, toko sembako itu baru beroperasi sebulan terakhir sejak Idul Adha kemarin. Dia bersama suaminya yang sehari-hari bertugas melayani pembeli di toko kelontong itu sekaligus bertugas membeli pasokan dagangan yang dirasa sudah menipis. Sejak buka toko ini sering menjadi jujugan warga sekitar maupun pengguna jalan yang lewat di depan toko.

“Kalau pagi sampai sore itu yang beli kebanyakan warga sekitar, tapi kalau malam biasanya orang lewat yang belanja di sini. Jenis dagangan yang paling banyak dibeli warga di sini seperti kebutuhan pokok, tapi kalau orang lewat paling sering beli rokok dan bensin,” terang Ulfa yang baru sebulan datang dari Madura ini.

Disinggung soal letak toko yang berada di pemukinan padat penduduk dan tepi jalan utama, Ulfa mengaku tidak tahu. Sebab semua itu yang menentukan adalah pemilik toko tersebut.

“Kurang tahu, kan di sini hanya jaga toko. Kalau itu yang tahu bos saya. Saya dan suami baru sebulan merantau dari Madura ke Solo. Saya jaga bergantian dengan suami. Tidurnya juga di toko ini karena sudah disiapkan sama yang punya toko,” ujar Ulfa.

Selain di lokasi itu, toko kelontong Madura juga ada di sejumlah titik di Kota Bengawan hingga wilayah pinggiran atau perbatasan Kota Solo dengan kabupaten sekitar. Salah satunya toko kelontong Madura bernama Toko Dian’s Nabita Jaya 7 di Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo ini.

Menurut penjaga toko Jay Kosnan, toko kelontong Madura itu sudah tiga tahun beroperasi. Dua orang penjaga toko yang merupakan pasangan suami istri itulah yang bertugas melayani pembeli selama beroperasi 24 jam. Penjaga toko ini juga diserahi tanggungjawab belanja bahan kebutuhan toko. Termasuk menata dan mendisplai barang dagangan agar lebih enak dipandang mata. Detail dan penataan toko kelontong Madura itulah yang membuat mereka mampu bersaing dengan toko-toko retail lainnya.

Alhamdulillah ramai karena dekat dengan perkampungan warga dan area perumahan. Depan toko juga jalan utama, jadi banyak juga yang lewat mampir isi bensin 24 jam. Jaganya bergantian. Kalau istri saya jaga, saya istirahat. Nanti bergantian. Saya juga berbagi tugas, Belanja pasokan saya yang lakukan, istri bertugas bersihkan toko biar tidak kotor,” ujar Jay.

Keberadaan toko Madura yang buka 24 jam ini juga diakui sangat membantu warga sekitar. Sebab, mereka tidak perlu jauh-jauh belanja dengan harga tidak terpaut jauh dengan minimarket.

“Kalau di sini hanya toko ini yang buka 24 jam. Kalau pun ada (buka 24 jam) itu hanya minimarket. Itu pun jauh harus ke jalan besar dulu. Jadi warga pilih beli di sini kalau sewaktu-waktu pengin belanja. Barangnya komplet, berbagai jenis merek ada. Kalau harga ya bersainglah dibanding minimarket,” ujar salah seorang warga Desa Purbayan, Widarsih yang belanja malam itu.

Widarsih mengaku senang berbelanja di toko sembako kecil itu karena beberapa alasan. Terutama karena lokasinya dekat rumah dan harganya lebih murah. Barang yang dijual juga tertata rapi sehingga membuat pembeli lebih nyaman.

“Ke sini mampir beli rokok. Kebetulan grup musik saya ngamen di daerah sini. Jadi mampir sebentar ke sini untuk belanja sebelum balik ke rumah,” kata Bambang, pembeli lain yang mampir di toko Madura di wilayah Sumber, Banjarsari.

Bambang juga membenarkan, toko kelontong itu jauh lebih komplet jika dibandingkan dengan toko kelontong atau warung sembako di kawasan tersebut. Apalagi buka 24 jam sehingga bila sewaktu-waktu butuh sesuatu tidak perlu pusing.

“Tokonya bersih, barang dagagannya juga ditata rapi. Segala macam sembako ada,” ujar Fransiska Putri, pembeli lain yang rutin belanja ke toko itu. (ves/bun)

Ciri-Ciri Toko Kelontong Madura

  1. Buka 24 jam dengan penjaga bergantian
  2. Tempat tidak terlalu luas tapi jenis dagangan relatif lengkap
  3. Tertata rapi sesuai jenis, merek, varian rasa, dan sebagainya.
  4. Menggunakan banyak rak terbuka dengan warna mencolok untuk mendisplay barang dagangan.
  5. Kotak kaca digunakan untuk displai berbagai merek rokok, sembako, dan obat-obatan.
  6. Dilengkapi sebuah pom mini/menjual BBM eceran
  7. Penjaga toko asli perantauan dari Madura.
  8. Penjaga toko tinggal dan bekerja di satu lokasi
  9. Pemilik toko asli orang Madura yang punya istri warga lokal atau orang Madura yang sudah lama menetap di daerah tersebut. 
Editor : Damianus Bram
#warung kelontong madura #toko kelontong madura 24 jam #toko kelontong #Minimarket Berjejaring