RADARSOLO.COM - Akumulasi nilai transaksi saham di wilayah Solo Raya mencapai Rp 1,67 triliun hingga April 2024. Jumlah tersebut diklaim meningkat sebesar 16,6 persen secara tahunan.
Meski terjadi peningkatan transaksi saham, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap investasi ilegal.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Eko Hariyanto mengatakan, modus penipuan saat ini semakin canggih. Dengan menciptakan modus-modus baru yang dapat menjebak masyarakat.
“Era digital ini menciptakan modus modus baru. Hati hati dengan instruksi melalui handphone yang sering bersliweran di depan kita” ujar Eko saat acara Launching Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa (PIKD) di Sragen, Selasa (26/6/2024).
“Pelajari betul dan jangan mudah untuk klik tanpa kita tahu maksudnya dengan jelas,” sambung Eko.
Menurut Eko, saat ini sudah banyak orang yang terkena investasi bodong. Bahkan, yang terjebak pinjol illegal hingga judi online yang marak menyebabkan korban di masyarakat.
"Untuk itu, terus utamakan 2 L yaitu legal dan logis untuk berinvestasi, agar aman dan tidak terjebak," imbuh Eko.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 2 Wira Adibrata menyebut, ciri-ciri investasi bodong ialah memberikan iming-iming imbal hasil yang sangat tinggi. Namun, tidak ada risiko dan jaminan aman.
“Investasi selalu memberikan potensi keuntungan dan juga risiko. Jika ada penawaran atau iklan yang mengatakan bisa cepat kaya dalam sekejap, waspada sudah menjadi target dari penipuan tersebut,” kata Eko.
Wira juga mengatakan, BEI menawarkan produk investasi yang legal dan dibawah pengawasan OJK. Seperti saham, reksadana, dan obligasi.
Saat ini dia mencatat, nilai transaksi saham di Solo Raya mencapai Rp 1,67 triliun hingga April. Dengan jumlah investor tembus 250 ribu investor. Solo tercatat menjadi daerah dengan nilai transaksi tertinggi tembus Rp 646 Miliar.
"Kami akan terus mengedukasi kepada masyarakat agar tidak terkenda investasi bodong,” kata Eko.
Selain itu, BEI bersama OJK juga membentuk Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa. Salah satunya di Sragen. Masing-masing kecamatan di Sragen akan mendapat edukasi yang sama. (ul/bun)
Editor : Kabun Triyatno