Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Stok Langka, Harga Sparepart dan Oli Melonjak

Alfida Nurcholisah • Senin, 18 Mei 2026 | 17:26 WIB
Ilustrasi mekanik mengganti oli sepeda motor di sebuah bengkel. (AI GENERATED)
Ilustrasi mekanik mengganti oli sepeda motor di sebuah bengkel. (AI GENERATED)

RADARSOLO.COM - Sejak awal Maret 2026, harga berbagai sparepart, oli, hingga ban sepeda motor terus merangkak naik.

Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan stok barang dari distributor, yang membuat para pelaku usaha bengkel kesulitan memenuhi kebutuhan konsumen.

Pegawai bengkel Gemilang Motor Solo Puji Raharjani mengaku, lonjakan harga onderdil terjadi hampir setiap pekan.

Kenaikan harga per itemnya bervariasi, mulai dari ribuan hingga belasan ribu rupiah.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 18 Mei 2026, Dibuka Melemah Tembus Rp 17.662 per Dollar AS

"Dari Maret harga sparepart, oli, dan ban kendaraan naik. Melonjaknya harga onderdil mulai dari Rp 5 ribu-Rp 12 ribu. Hampir setiap minggu harganya naik," ujar Puji, Senin (18/5).

Menurut Puji, kenaikan harga ini dipicu oleh melonjaknya harga minyak mentah dan bahan baku plastik di pasar global.

"HArga oli dari Pertamina mau naik lagi. Oli dari OHM juga naik. Katanya karena harga minyak dan plastik naik. Jadi, botol oli juga kan dari plastik, bikin harga melambung," bebernya.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Pakar Ekonomi Soroti Keterlibatan TNI/Polri Dalam Program MBG dan KDKMP

Puji menambahkan, kenaikan semakin tinggi saat nilai tukar rupiah melemah. Ia khawatir harga semakin melonjak.

"Apalagi kemarin dolar naik, pasti harga-harga juga akan naik. Padahal ada beberapa barang kami yang impor dari luar negeri," tambahnya.

Ia menjelaskan, kenaikan ini tidak hanya menyasar pada merek atau jenis barang tertentu, melainkan merata di seluruh merek. Menurutnya, situasi ini menyulitkan manajemen operasional bengkel dalam merencanakan pembelanjaan modal.

"Harga sparepart juga ikut naik 10-15 persen. Bukan hanya barang tertentu, tapi semua barang harganya naik," imbuhnya.

Ketidakpastian harga semakin diperparah oleh tersendatnya jalur distribusi.

Puji mengaku, pasokan barang dari berbagai daerah pengirim kini sangat terbatas. Pesanan barang juga dipangkas sepihak oleh distributor karena kelangkaan barang terjadi secara nasional.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terjun Bebas hingga Jumat Sore, 15 Mei 2026: Waktunya Borong Sekarang atau Pindah ke Galeri 24 dan UBS?

"Stok barang juga langka dan ikut tersendat. Biasanya order 10 dikasih cuma 5. Kita pesan dari berbagai daerah, semua kondisinya sama, semua naik. Sparepart paling langka ban luar, pengirimannya juga disendst sendat tidak sesuai dengan orderan," ungkap Puji.

Puji mencatat berbagai sparepart mengalami beberapa kali kenaikan sepanjang tahun 2026.

"Harga ban najk 3 kali di tahun ini, naiknya hampir Rp 25 ribuan," keluhnya.

Dampak dari kelangkaan dan kenaikan harga modal langsung dirasakan oleh konsumen.

"Dampaknya ya barang pada nggak ada dan banyak pelanggan mengeluh naiknya sampai Rp10 ribu. Pada kaget. Namun pelanggan tidak berkurang, meskipun banyak keluhan," tambahnya.

Puji prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Kebutuhan melonjak tetapi pendapatan masih tetap.

"Kasihan masyarakat kecil, uang Rp 100.000 tidak ada harganya lagi. Semua barang harganya naik, sedangkan gaji karyawan tetap sama," ujar Puji. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#harga oli #sparepart sepeda motor #oli sepeda motor