Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Tebar Dividen  Terbesar Sepanjang Sejarah, Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan

Nur Pramudito • Senin, 6 Juli 2026 | 09:02 WIB
Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Tebar Dividen  Terbesar Sepanjang Sejarah, Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan
Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Tebar Dividen  Terbesar Sepanjang Sejarah, Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan

RADARSOLO.COM - Di bawah supervisi Danantara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat posisinya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui transformasi bisnis berkelanjutan, penguatan fundamental perusahaan, serta komitmen memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.

Kinerja solid sepanjang 2025 menjadi modal utama bagi BRI untuk kembali memberikan kontribusi besar kepada negara melalui pembagian dividen.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar pada Jumat (10/4/2026), BRI menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham.

Nilai tersebut menjadi dividen terbesar sepanjang sejarah Perseroan.

Pembagian dividen tersebut didasarkan pada laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.

Pencapaian tersebut kembali menempatkan BRI sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara sekaligus menunjukkan kemampuan Perseroan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Laba Bersih Triwulan I 2026 Tumbuh 13,7 Persen

Kinerja positif BRI berlanjut pada awal 2026.

Sepanjang Triwulan I 2026, Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, meningkat 13,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh menjadi Rp1.562 triliun atau naik 13,7 persen yoy, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555 triliun, meningkat 9,4 persen yoy.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan kehadiran Danantara menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, mempercepat transformasi, serta meningkatkan kontribusi Perseroan terhadap pembangunan nasional.

"BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah. Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Hery.

Transformasi dan Penguatan Bisnis Berlanjut

Dalam fase baru di bawah supervisi Danantara, BRI mempercepat transformasi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan yang sehat sekaligus mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Beberapa langkah strategis yang telah dijalankan antara lain:

1. Dividen Tertinggi Sepanjang Sejarah

BRI membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Perseroan.

Pencapaian ini menegaskan konsistensi BRI dalam menjaga profitabilitas, meningkatkan nilai bagi pemegang saham, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

2. BRIVolution Reignite

Di bawah kepemimpinan Hery Gunardi, BRI menjalankan program transformasi BRIVolution Reignite.

Program tersebut difokuskan pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, serta pengembangan bisnis inti dan sumber pertumbuhan baru dengan pendekatan yang semakin berorientasi kepada nasabah.

3. Rebranding BRI

Sebagai bagian dari transformasi, BRI meluncurkan Corporate Rebranding pada 16 Desember 2025 bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-130.

"Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi Perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development," kata Hery.

4. Efisiensi Pendanaan Semakin Baik

Pada Triwulan I 2026, dana murah (CASA) BRI meningkat 13,2 persen yoy menjadi Rp1.058,6 triliun.

Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA menjadi 68,07 persen, sementara cost of fund (CoF) turun dari 3 persen menjadi 2,3 persen.

Efisiensi ini didukung meningkatnya transaksi melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.

5. Penyaluran KUR Tembus Rp84,36 Triliun

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp180 triliun.

Sebanyak 67,18 persen penyaluran KUR diarahkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar mencapai Rp35,91 triliun.

6. Pembiayaan Hunian Rakyat

Komitmen BRI terhadap sektor perumahan diwujudkan melalui penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) yang hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur.

Perseroan juga meningkatkan target penyaluran KPP tahun 2026 dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.

7. Komitmen pada UMKM dan Desa

BRI terus memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program.

Hingga saat ini, Perseroan telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu Klasterku Hidupku guna meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar naik kelas.

8. Kontribusi Perusahaan Anak Meningkat

Penguatan ekosistem BRI Group juga tercermin dari kontribusi perusahaan anak.

Hingga akhir Triwulan I 2026, entitas anak menyumbang laba sebesar Rp3,89 triliun atau 25,1 persen dari total laba bersih konsolidasian BRI.

Kontribusi tersebut memperkuat struktur bisnis Perseroan sehingga semakin tangguh dan terdiversifikasi.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menilai bank-bank Himbara terus menunjukkan kinerja positif yang menjadi fondasi penting pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," ujar Dony.

Editor : Nur Pramudito
#BRI #Kinerja #Danantara #BBRI #umkm