Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Ikan Discus Kian Populer di Pasaran: Dulu Hanya Di Kios Ikan Hias, Kini Mulai Masuk Pasar

Silvester Kurniawan • Senin, 5 Februari 2024 | 01:02 WIB
UNIK: Ikan discus menjadi pusat perhatian pecinta ikan hias saat ini.
UNIK: Ikan discus menjadi pusat perhatian pecinta ikan hias saat ini.

RADARSOLO.COM - Ikan discus jadi ikan hias premium dengan harga ratusan ribu Rupiah untuk satu ekornya.

Dulu ikan ini jarang ditemukan di pasar-pasar ikan hias, namun sekarang berbagai variannya makin mudah ditemukan di kios-kios penjualan ikan hias. 

Ikan discus beberapa tahun terakhir ini mulai banyak di jual di pasar ikan hias. Salah satunya di Pasar Depok.

Permintaan paling banyak muncul 1-2 tahun terakhir, sehingga banyak pedagang yang berani memasok dengan jumlah cukup banyak.

“Dulu hanya kios-kios ikan hias tertentu saja yang memiliki ikan-ikan kelas premium seperti itu. Ini karena harganya lumayan mahal. Tapi sekarang di pasar pun mulai banyak yang menjualnya, harganya memang masih lebih mahal dari ikan hias lainnya, tapi untuk ikan premium seperti ini ada pecintanya sendiri,” terang Hana, salah seorang penjual ikan hias di Pasar Depok.

Di kios miliknya, sedikitnya ada beberapa varian ikan discus yang dibanderol dengan harga Rp 250 ribu per ekor untuk ukuran 4-5 inci.

Seperti jenis red melon, blue diamond, red valentine, dan red pigeon. Sementara untuk ikan discus ukuran 6-7 inci dijual dengan harga sekitar Rp 500 ribu per ekor.

“Ukuran mempengaruhi harga. Selain itu kualitas, asal ikan (impor atau lokal), jenis, bentuk, dan warna juga mempengaruhi harga masing-masing ikan,” beber Hana.

Untuk masalah perawatan, ikan discus sama dengan perawatan ikan hias lainnya. Begitu juga soal pakan, umumnya ikan ini diberi dua jenis pakan.

Mulai dari pakan hidup dan pakan pelet, seperti cacing sutra atau cacing darah untuk pakan hidupnya. Sementara untuk peletnya diberi tetra beat atau jenis pelet kaya vitamin untuk ikan hias.

“Perawatannya sebetulnya tidak sulit, tapi meman harus ada heater-nya kalau pelihara ikan discus,” paparnya.

Bagi yang memiliki dana lebih, sebaiknya memelihara ikan discus dalam jumlah banyak karena ikan asli lembah Amazon itu merupakan ikan yang hidup berkelompok alias schooling fish, sehingga akan lebih sedap dipandang mata saat dia berenang kesana-kemari secara berkelompok.

Dari segi keindahannya, ikan discus juga cocok dijadikan ikan utama dalam aquarium ukuran besar.

Terlebih jika dipadupadankan dengan berbagai jenis ikan hias ukuran kecil lainnya, karena sifatnya yang ramah dan mudah membaur dengan ikan lainnya.

“Cocok untuk aquascape. Biasanya dicampur dengan ikan-ikan kecil lainnya atau kadang dipelihara dalam kelompok besar tapi untuk jenis ikan discus ini saja,” terang Hana. (ves/nik)

Editor : Damianus Bram
#pasar depok #Ikan Discus #pasar ikan