Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Setelah 24 Tahun, Apa Alasan Ressa Rizky Rossano Baru Ngaku Anak Kandung Denada dan Menggugat ke Pengadilan?

Syahaamah Fikria • Sabtu, 10 Januari 2026 | 16:56 WIB
Ressa Rizky Rossano.
Ressa Rizky Rossano.

RADARSOLO.COM - Kasus gugatan terhadap penyanyi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan atas dugaan penelantaran anak kandung terus menyedot perhatian publik.

Lantas, mengapa Ressa Rizky Rossano baru mengajukan gugatan setelah 24 tahun berlalu dan baru sekarang mengungkap klaim sebagai anak kandung Denada?

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Moh Firdaus Yuliantoro, kuasa hukum Ressa.

Ia menegaskan bahwa langkah hukum yang diambil kliennya bukan keputusan mendadak, melainkan dipicu oleh rangkaian kondisi yang semakin mendesak dari waktu ke waktu.

Menurut Firdaus, Ressa lahir pada 2002, ketika Denada masih berstatus pelajar SMA.

Sejak bayi, Ressa tidak dibesarkan oleh Denada, melainkan diserahkan kepada keluarga di Banyuwangi.

Selama bertahun-tahun, Ressa tumbuh dan hidup di bawah pengasuhan bibi Denada.

Dalam masa pertumbuhannya, kebutuhan hidup Ressa disebut masih ditopang oleh almarhumah Emilia Contessa, ibunda Denada.

Selama Emilia masih hidup, Ressa tetap memperoleh bantuan finansial meski tidak secara langsung dari Denada.

“Selama Ibu Emilia masih ada, kebutuhan klien kami masih bisa terpenuhi. Persoalan mulai serius setelah beliau wafat,” ujar Firdaus.

Situasi berubah drastis setelah Emilia Contessa meninggal dunia.

Firdaus menyebut, kondisi ekonomi keluarga yang mengasuh Ressa langsung terpuruk.

Tidak ada lagi sumber penghasilan tetap yang bisa menopang kebutuhan hidup maupun pendidikan Ressa secara layak.

Menurut pengakuan, Ressa yang sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi di Banyuwangi terpaksa keluar di semester 4 lantaran keterbatasan biaya.

Kondisi inilah yang disebut menjadi titik balik Ressa memberanikan diri menuntut haknya.

"Setelah Ibu Emilia meninggal, ekonomi keluarga memburuk, tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya, Ressa mencoba menuntut kepada Denada," jelas Firdaus.

Firdaus juga mengungkapkan bahwa sebelum gugatan didaftarkan, Ressa sempat mencoba mencari kejelasan secara langsung kepada Denada.

Ressa mempertanyakan isu yang selama ini beredar mengenai statusnya sebagai anak kandung.

Namun, menurut Firdaus, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Denada disebut tetap membantah dan tidak mengakui Ressa sebagai anak biologisnya.

"Denada tetap mengatakan bahwa Ressa bukan anaknya,” kata Firdaus.

Karena tidak adanya pengakuan maupun tanggung jawab, Ressa akhirnya memilih mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Gugatan itu menuntut pertanggungjawaban Denada atas dugaan penelantaran anak sejak Ressa lahir hingga memasuki usia remaja.

Nilai gugatan yang diajukan mencapai Rp7 miliar.

Menurut kuasa hukum, angka tersebut merupakan akumulasi biaya hidup, pendidikan, dan kebutuhan dasar yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang tua kandung.

Kasus ini pun langsung menjadi sorotan publik karena selama ini Denada dikenal hanya memiliki satu anak, Aisha Aurum, dari pernikahannya dengan fotografer Jerry Aurum.

Pengakuan Ressa membuka babak baru dalam kehidupan pribadi Denada yang kini bergulir di ranah hukum.

Sementara itu, usai viral digugat soal dugaan penelantaran anak kandung, Denada muncul di Instagram dengan unggahan mengharukan.

Denada mengunggah foto kenangan bersama mendiang ibundanya, Emilia Contessa, di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, Denada menuliskan kerinduannya kepada sang mama dan meminta doa.

“Hi Ma, I miss you. Doain Dena ya Ma,” tulis Denada. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#denada #gugatan #viral #Ressa Rizky Rossano #penelantaran anak #Penelantaran Anak denada #banyuwangi #anak kandung