Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Aura Sendang Beji, Desa Kemiri, Kebakramat: Jadi Lokasi Favorit Semedi Pejabat

Rudi Hartono RS • Senin, 11 Maret 2024 | 00:31 WIB
OBJEK WISATA: Penampakan Sendang Beji di Dusun Beji, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar.
OBJEK WISATA: Penampakan Sendang Beji di Dusun Beji, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakramat, Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Keberadaan sejumlah sendang di Kabupaten Karanganyar, dipercaya memiliki keterkaitan satu sama lain.

Salah satunya Sendang Beji yang berada di Dusun Beji, Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat. Sering didapati para pejabat pemerintahan yang bersemedi di sendang tersebut.

Sendang Beji saat ini mulai dikelola oleh sejumlah warga, sebagai salah satu objek wisata. Termasuk wadah pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang mayoritas Dusun Beji.

Di sendang ini, sering digunakan untuk pentas kesenian dan budaya nusantara. Usut punya usut, Sendang Beji dipercaya memiliki keterkaitan dengan Sendang Dangkrong di Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu.

Aura mistik di Sendang Beji kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bersemedi alias menenangkan diri.

Jadi lokasi favorit untuk menambah sisi spiritual sejumlah pejabat pemerintahan. Baik yang saat ini duduk di pemerintahan tingkat provinsi maupun kabupaten.

Tak hanya itu saja, beberapa pejabat di luar lingkungan pemerintahan juga kerap berdatangan ke Sendang Beji. Lantaran lokasinya jauh dari kampung dan di tengah areal persawahan.

“Sendang Beji tak jauh dari exit tol Kebakkramat,” ungkap tokoh masyarakat Dusun Beji Taufiq Rochyat, Sabtu (9/3/2024).

Menurut Taufiq, dulunya sendang Beji menjadi jujugan sejumlah penggawa atau pengikut raja-raja di era kerajaan Brawijaya.

Termasuk dari Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran di masa penjajahan Belanda.

“Sendang Beji mempunyai hubungan erat dengan Sendang Dangkrong di Tasikmadu. Karena di sana itu lokasi untuk perjanjian antara Belanda dan Keraton Surakarta, saat akan mendirikan pabrik gula. Ada hubungan juga dengan pabrik gula di Colomadu,” imbuh Taufiq.

Taufiq mengaku banyak pejabat yang datang ke Sendang Beji. Selain membersihkan diri dan menepi, mereka juga berharap karirnya mulus.

“Ya kalau para pejabat itu biasanya kungkum. Kemudian menepi untuk menenangkan diri. Karena lokasinya memang cocok untuk semedi. Jauh dari keramaian warga dan berada di tengah sawah. Juga dikelilingi pepohonan rindang,” bebernya.

Ditanya aura mistis di Sendang Beji, Taufiq mengaku ada. Berupa penampakan sosok penunggu sendang.

“Ada beberapa penampakan. Tapi hanya di waktu-waktu tertentu. Terutama saat bulan Suro (penanggalan Jawa). Ada penampakan seperti perempuan Jawa dan laki-laki berpakaian kerajaan di sendang,” ujar Taufiq. (rud/fer)

Editor : Damianus Bram
#SEMEDI #sendang beji #Berdoa #aura #Desa Kemiri