Relawan Perkumpulan Kucing Domestik Indonesia (PKDI) Malang Vietri Indra Nilasari mengatakan, distemper pada kucing bisa dicegah dengan memperhatikan nutrisi makanan yang seimbang. Serta pemelihara kucing harus menjaga pola hidup sehat, sanitasi dan menjaga higienitas yang baik. Termasuk sering cuci tangan usai menyentuh hewan peliharaan.
”Selain itu perlu menyediakan obat cacing, obat kutu, juga vaksin yang digunakan secara teratur. Jika membuang pasir yang di dalamnya ada kotoran kucing, harap memakai sarung tangan agar tidak terjadi kontak secara langsung,” imbuh Vietri didampingi relawan Dog Meet Free Indonesia sekaligus pecinta kucing Solo, Siela Rachma Putri saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo, kemarin (29/1).
Vietri mengimbau untuk berhati hati menjaga hewan peliharaannya. Apalagi cuaca yang tidak mendukung seperti saat ini menjadi penyebab virus tersebut menular secara cepat. ”Pakai juga vitamin untuk hewan. Dan beri vaksin secara teratur ketika hewan dalam kondisi sehat supaya kekebalan tubuh hewan bertambah,” tandasnya.
Soal kekhawatiran warga setempat kematian kucing-kucing itu karena virus korona, Vietri mengatakan, berdasarkan hasil riset organisasi kesehatan dunia WHO, virus korona memang bisa menyerang kucing dan anjing. Korona virus pada kucing (Feline) berkode FCoV. Sedangkan pada anjing (Canine) berkode CCoV. Namun, jenis virus ini tidak bisa menyerang manusia.
”Hewan yang terpapar virus ini tidak berpotensi menular kepada manusia, karena bukan zoonosis. Virus korona pada kucing maupun anjing sangat jauh berbeda dengan kasus Korona di Tiongkok. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan kasus distemper ini,” jelasnya
Relawan Dog Meet Free Indonesia sekaligus pecinta kucing Solo, Siela Rachma Putri menambahkan, masyarakat tidak perlu phobia dengan keberadaan kucing maupun anjing. Apalagi sampai mengonsumsinya. Sebab, mengonsumsi hewan yang dagingnya tidak terjamin kesehatannya, seperti daging anjing bisa menularkan penyakit. ”Itu termasuk poin penting agar terhindar zoonosis,” ucapnya. (rm1/adi/bun)
Editor : Perdana Bayu Saputra