Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun pemilik perusahaan Yakni Lilik Setiawan (50) warga Surakarta, diduga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah lantaran sejumlah bahan sperpart mesin, arsip serta beberapa peralatan kantor yang berada di dua bangunan perusahaan tersebut ludes dilalap api.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo di lokasi kejadian, kebakaran diketahui berasal dari salah satu gudang yang dijadikan sebagai kantor. Api awalnya berasal dari ruangan tersebut kemudian merembet ke sebelah barat bangunan yang dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan sperpart dan bahan bakar oli serta ruang meeting.
"Persisnya tidak tau mas, tiba-tiba ada karyawan dari belakang lari kedepan dan berteriak kalau ada kebakaran. Setelah saya lihat ada beberapa karyawan yang mencoba memadamkan dengan Apar, tapi api terus berkobar keatas kemudian merembet ke barat, kemudian kami menghubungi petugas pemadam kebakaran," kata Walito (50) salah satu karyawan kepada Jawa Pos Radar Solo.
Disisi lain Kapolres Karanganyar AKBP Much Syafi Maulla, melalui Kapolsek Jaten AKP Yuni Masianto, mengungkapkan kejadian kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Diduga api berasal dari adanya konsleting listrik yang ada di salah satu bagian gudang yang digunakan sebagai kantor.
"Dugaan sementara konsleting, untuk kerugian masih kita hitung, dan nanti akan kita lakukan identifikasi," kata Kapolsek.
Pantauan di lokasi kejadian, api baru bisa di padamkan kurang lebih 2 jam dengan bantuan 10 mobil pemadam kebakaran dari gabungan Soloraya. (rud/dam) Editor : Damianus Bram