Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Daya Tampung SMP se Kabupaten Karanganyar di SPMB 2026 Sebanyak 13 Siswa

Rudi Hartono RS • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:31 WIB

 

Sejumlah peserta didik saat melakukan pendaftaran SPMB di salah satu SMP di Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Sejumlah peserta didik saat melakukan pendaftaran SPMB di salah satu SMP di Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Karanganyar pada tahun ajaran 2024/2025 mencapai hampir 100 persen.

Dari total 10.670 siswa SMP yang tercatat mengikuti pendidikan pada tahun ini, hanya tiga siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Heru Joko Sulistyono, saat dihubungi Radarsolo.com, Kamis (4/6)  mengatakan, ketiga siswa yang tidak lulus tersebut bukan disebabkan oleh faktor akademik, melainkan karena kondisi khusus yang menghambat proses pendidikan mereka.

Baca Juga: Polres Karanganyar Cetak Pasukan Satpam Baru, 50 Peserta Digembleng Ketat

Menurut Heru, satu siswa tidak lulus karena putus sekolah, satu siswa lainnya tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam jangka waktu yang lama, sedangkan satu siswa lainnya meninggal dunia akibat kecelakaan.

"Secara umum tingkat kelulusan siswa SMP di Kabupaten Karanganyar sangat baik. Hanya ada tiga siswa yang tidak lulus dan semuanya karena faktor khusus di luar kemampuan akademik siswa," ujarnya.

Heru menjelaskan, mayoritas siswa SMP di Karanganyar berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Heboh Beras Bansos di Kelurahan Sragen Kulon Rusak Dimakan Tikus, Ini Penjelasan Pemkab

Hal tersebut menunjukkan tingkat partisipasi pendidikan dan keberhasilan penyelenggaraan proses belajar mengajar di tingkat SMP relatif baik.

Tidak hanya pada jenjang SMP, tingkat kelulusan di jenjang Sekolah Dasar (SD) juga tergolong tinggi.

Dari seluruh siswa SD yang mengikuti proses pendidikan pada tahun ini, hanya terdapat satu siswa yang tidak lulus.

Baca Juga: Distribusi Kendaraan Operasional KDKMP di Karanganyar Dikebut, Total Sudah 88 Truk Diserahkan

Siswa tersebut tidak dapat dinyatakan lulus karena tidak mengikuti kegiatan pembelajaran selama satu semester penuh.

Jondisi tersebut menyebabkan siswa yang bersangkutan tidak memenuhi syarat kelulusan sebagaimana yang telah ditetapkan.

"Untuk SD hanya ada satu siswa yang tidak lulus. Penyebabnya karena selama satu semester tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar," katanya.

Baca Juga: DPRD Sragen Beri Sorotan, Muluskan Akses Menteri Bahlil ketimbang Jalan Penghubung Kecamatan

Disdikbud Karanganyar juga memastikan seluruh lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP tetap dapat tertampung pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. 

Ketersediaan ruang belajar dan rombongan belajar (rombel) di SMP negeri maupun swasta masih mencukupi.

Heru menyebutkan, total daya tampung SMP di Kabupaten Karanganyar mencapai sekitar 13 ribu siswa. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan jumlah lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP.

Baca Juga: Deadline Pemutakhiran Data 25 Juni 2026, KPU Sukoharjo Surati Parpol

Dengan kondisi tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan kursi sekolah pada tahun ajaran baru.

Pemerintah daerah memastikan seluruh lulusan SD tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang ada di wilayah Karanganyar.

"Kapasitas rombel yang tersedia masih mencukupi. Daya tampung SMP negeri dan swasta sekitar 13 ribu siswa sehingga seluruh lulusan SD masih bisa tertampung," tegasnya.

Baca Juga: Profil Silmy Karim: Wakil Menteri Imipas yang Akhirnya Serahkan Diri ke KPK, Sempat Diburu dalam OTT Imigrasi Jakbar

Selain memastikan ketersediaan daya tampung, pemerintah daerah juga berupaya menekan angka putus sekolah melalui berbagai program pendampingan dan pengawasan. 

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh anak usia sekolah dapat menyelesaikan pendidikan dasar dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Disdikbud berharap capaian tingkat kelulusan yang tinggi pada tahun ini dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

Di sisi lain, perhatian terhadap siswa yang berisiko putus sekolah juga akan terus diperkuat agar angka ketidaklulusan dapat ditekan semaksimal mungkin. (rud/adi) 

Editor : Adi Pras
#Disdikbud #karanganyar #sd #spmb #smp