Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Duh, 441 SDN di Karanganyar Kekurangan Guru: Disdikbud Cari Solusi Darurat

Rudi Hartono RS • Minggu, 5 Juli 2026 | 20:00 WIB

 

Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Krisis guru masih membayangi sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Karanganyar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencatat sedikitnya 300 guru masih dibutuhkan untuk menutup kekurangan tenaga pendidik di 441 SDN yang tersebar di 17 kecamatan.

Kepala Disdikbud Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan, kekurangan guru dipicu tingginya angka pensiun.

Baca Juga: Sinergi dengan MUI, Pemkab Karanganyar Dorong Pengembangn Ekonomi Keumatan

Di sisi lain, pemerintah daerah belum dapat memenuhi kebutuhan guru karena terbentur regulasi pengadaan aparatur sipil negara (ASN).

”SD itu memang kita kekurangan sekitar 300 guru, kurang lebihnya itu,” ujarnya di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (30/6/2026).

Menurut Hendro, setiap bulan rata-rata 25 hingga 30 guru memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut membuat kebutuhan tenaga pendidik terus meningkat dari tahun ke tahun.

Baca Juga: Babak Baru Investasi Bodong Air Minum Kemasan di Sragen, Kompolnas Surati Kapolda Jateng

Akibatnya, sejumlah sekolah harus memaksimalkan guru yang ada. Tidak sedikit guru yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran agar proses pembelajaran tetap berjalan.

Sebagai langkah jangka pendek, disdikbud mengoptimalkan ASN guru yang sebelumnya bertugas di jenjang TK dan PAUD. Sebanyak 96 guru dialihkan untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah dasar.

”Ada 96 guru yang bertugas di PAUD dan TK kami tugaskan mengampu di SD," katanya.

Baca Juga: Muscab Partai Demokrat Karanganyar Memanas: Petahana Mundur, Muncul Sosok Potensial

Hendro menjelaskan, kebijakan itu diambil karena sebagian besar TK dan PAUD dikelola Yayasan. Sehingga lebih leluasa memenuhi kebutuhan tenaga pendidik secara mandiri. Sementara SD negeri masih bergantung pada kebijakan pengadaan ASN.

Selain itu, disdikbud juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Karanganyar diharapkan dapat membantu kegiatan belajar mengajar selama penempatan di lapangan.

Meski demikian, Hendro berharap kekurangan guru tidak mengganggu pelaksanaan tahun ajaran baru.

Baca Juga: Alihkan Balap Liar dan Vandalisme, Pegiat Seni Sragen Gelar Kompetisi Mural

"Kami berharap kegiatan belajar mengajar tetap berjalan maksimal meskipun masih ada kekurangan guru," tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#asn #KKN #SDN #disdikbud karanganyar #fkip