RADARSOLO.COM – Pemerintah pusat melalui Direktorat Revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelontorkan anggaran Rp 2,31 miliar untuk merevitalisasi SMPN 2 Karangpandan yang terbakar.
Sejumlah gedung lama yang kondisinya rapuh juga akan direhabilitasi secara menyeluruh.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan, usulan revitalisasi yang diajukan Pemkab Karanganyar telah disetujui. Kepastian itu diterima setelah pihak sekolah mengikuti bimbingan teknis di Jakarta.
Baca Juga: Tunggakan Pajak Kendaraan di Karanganyar Tembus Rp 33,6 Miliar
”Setelah kejadian kebakaran itu, kami bersama Pak Bupati langsung meninjau lokasi. Tindak lanjutnya, langsung kami usulkan bantuan ke kementerian melalui direktorat revitalisasi. Sekarang sudah disetujui,” ujar Hendro, Kamis (16/7/2026).
Semula, bantuan tersebut diproyeksikan hanya untuk membangun kembali tiga ruangan yang ludes dilalap api, yakni ruang kepala sekolah, ruang tata usaha (TU), dan ruang arsip.
Namun, hasil verifikasi tim Kemendikdasmen menunjukkan masih ada sejumlah bangunan lama yang kondisinya sudah tidak layak sehingga perlu direhabilitasi bersamaan.
Baca Juga: Pemkab Sragen Lantik 75 PNS Formasi 2024, Ini Rinciannya
”Anggaran Rp 2,31 miliar itu bukan hanya membangun ruangan yang terbakar. Tim dari kementerian juga merekomendasikan rehabilitasi beberapa bangunan yang kondisinya sudah rapuh karena merupakan bangunan lama. Jadi revitalisasinya dilakukan secara menyeluruh sesuai arahan Pak Bupati,” jelasnya.
Saat ini disdikbud bersama pihak sekolah masih menunggu proses administrasi pencairan dana dari pemerintah pusat.
Setelah anggaran masuk ke rekening sekolah, pekerjaan fisik ditargetkan segera dimulai agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Sidak Pasar Jungke, DPRD Karanganyar Desak Pengadaan Kontainer Sampah
Selain dukungan dari pemerintah pusat, Pemkab Karanganyar juga menyiapkan bantuan melalui skema belanja tak terduga (BTT) APBD.
Anggaran tersebut akan difokuskan untuk mengganti berbagai sarana dan prasarana yang ikut musnah dalam kebakaran.
”Untuk APBD, kami sedang memproses pengajuan dana BTT. Nantinya digunakan untuk pengadaan komputer, PC, laptop, printer, scanner, dan peralatan operasional lain yang terbakar. Kami upayakan semuanya bisa terealisasi tahun ini,” tegas Hendro. (rud/adi)
Editor : Adi Pras