RADARSOLO.COM – Menyongsong Pemilu 2029, Bawaslu Karanganyar tancap gas memperkuat basis pengawasan dari tingkat akar rumput.
Hasilnya, Bawaslu Karanganyar sukses meraih Peringkat Kedua Kampung Pengawasan tingkat nasional dalam penilaian kinerja 514 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia.
Ketua Bawaslu Karanganyar Nuning Ritwanita Priliastuti menegaskan, masa post-electoral justru menjadi momentum krusial untuk menyiapkan fondasi pengawasan pesta demokrasi mendatang.
Baca Juga: Banyak Sekolah Rusak, Pemkab Sragen Pilih Opsi Regrouping
Hingga kini, Karanganyar telah memiliki 31 Kampung Pengawasan. Terdiri atas 12 Desa Pengawasan Pemilu dan 19 Desa Anti Politik Uang.
”Ditargetkan bertambah dua kali lipat hingga akhir tahun. Kami tidak hanya diam di balik meja. Sambang desa dan konsolidasi terus berjalan untuk membangun kesadaran warga menjelang Pemilu 2029,” kata Nuning saat jumpa pers jelang HUT ke-8 Bawaslu Kabupaten/Kota di kantornya, Rabu (12/8/2026).
Selain basis desa, kesiapan Pemilu 2029 juga dimatangkan lewat peningkatan kapasitas jajaran internal.
Baca Juga: Tak Layak Konsumsi, 2.957 Porsi Menu MBG di Karanganyar Dimusnahkan
September mendatang, Bawaslu akan meluncurkan program Bawaslu Membelajarkan Volume II yang berfokus pada netralitas ASN, perangkat desa, dan pencegahan penyalahgunaan jabatan. Penerbitan buku Penanganan Pelanggaran Jilid II juga disiapkan meluncur Desember 2026.
Perlindungan hak pilih terus berjalan lewat pembukaan posko aduan pemilih berkelanjutan dan penanganan pencatutan nama oleh partai politik.
Tak hanya itu, Bawaslu Karanganyar memborong prestasi tata kelola dengan menyabet Peringkat I Nilai IKPA Satker Baru Bawaslu se-Indonesia serta Predikat Mutu A Layanan Publik (IKM 91,00).
Rangkaian peringatan sewindu ini ditutup dengan bakti sosial cek kesehatan gratis yang diikuti 200 warga dan insan pers. (rud/adi)
Editor : Adi Pras