Pria Asal Klaten Meninggal di Dalam ATM, Ini Hasil Penyelidikan Polres Karanganyar

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:55 WIB

 

Tim relawan evakuasi jasad pria di dalam ATM, Jalan Solo-Sragen, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Rabu (26/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Tim relawan evakuasi jasad pria di dalam ATM, Jalan Solo-Sragen, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Rabu (26/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Wilson Aritonang, 53, seorang pekerja swasta asal Dusun Batur RT 01 RW 01, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten ditemukan meninggal dunia di dalam ruang ATM Bank BNI depan PT Sekar Lima, Jalan Solo–Sragen KM 8.1, Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

​Jasad pria kelahiran Medan tersebut pertama kali ditemukan oleh dua petugas satpam PT Sekar Lima, Rohmad Widayat, 39, dan Ardinna Aprul Saputro, 20, setelah menerima laporan dari seorang warga yang melintas di lokasi kejadian. ​Saat dicek ke dalam bilik ATM, korban sudah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.

”Begitu menerima laporan saksi, petugas jaga Polsek Jaten langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan penanganan bersama tim medis,” kata Kapolsek Jaten AKP Agus Susilo Utomo mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti.

Baca Juga: Ikadin Karanganyar Soroti Kekerasan Seksual, Pers Diingatkan Tak Lakukan Revictimization

​Petugas piket Polsek Jaten yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Karanganyar serta tenaga medis dari Puskesmas Jaten 1.

​Saat ditemukan, korban mengenakan kaos abu-abu bertuliskan 'PT Akbar Budi Sakti (ABK)', celana panjang hijau, sepatu, dan membawa tas pinggang.

Tim medis menyatakan korban belum mengalami kaku mayat dan diperkirakan meninggal dunia sekitar 30 menit sebelum ditemukan.

Baca Juga: Warga Krisis Air Bersih, Komunitas Cah Sragen Anak Rantau Kirim Lima Tangki Air ke Tiga Desa

​Dari hasil olah TKP awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Namun, terdeteksi gejala klinis berupa warna merah kehitaman pada kelopak mata serta warna merah dari kepala hingga leher akibat penyumbatan pembuluh darah jantung.

​Pemeriksaan dilanjutkan melalui visum luar di RSUD Dr Moewardi Solo oleh dokter spesialis forensik dr. Wahyu Dwi Atmoko, Sp.F.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Kreatif dengan Jambore Nasional Perfilman Desa 2026 di Karanganyar

Hasil visum mengonfirmasi korban telah meninggal sekitar tiga jam sebelum visum dan tidak mengalami tindakan kekerasan.

​Dokter forensik menyimpulkan penyebab kematian korban adalah asfiksia yang diduga kuat dipicu oleh serangan jantung mendadak.

​Setelah seluruh proses olah TKP dan pemeriksaan medis selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk pemakaman. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
serangan jantung karanganyar klaten jaten atm