RADARSOLO.COM – Kawasan Waduk Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, tidak lagi sekadar menyuguhkan pesona keindahan lanskap alam.
Destinasi anyar ini mulai diproyeksikan sebagai ruang publik yang dinamis lewat perpaduan seni budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi aktif masyarakat melalui helatan Jlantah Fair 2026, Rabu (26/8/2026) malam.
Ribuan pasang mata tampak memadati kawasan Helipad Waduk Jlantah. Warga antusias menyaksikan pertunjukan seni ketoprak bergengsi dengan lakon “Adeging Kutho Karanganyar”.
Gelak tawa dan tepuk tangan riuh makin memecah suasana saat bintang tamu komedi kenamaan, Cak Yudho, tampil mengeksekusi panggung hiburan rakyat yang sarat pesan sejarah tersebut.
Baca Juga: Pramuka Karanganyar Bertransformasi ke Era Digital: Usung Paradigma Learning, Creating and Solving
Jlantah Fair 2026 sendiri lahir murni dari inisiatif para seniman lokal Jatiyoso yang merindukan wadah berkreativitas sekaligus ingin mengangkat potensi daerahnya.
Gagasan akar rumput itu lantas disambut hangat lewat kolaborasi bersama Pemerintah Kecamatan Jatiyoso dan Pemkab Karanganyar.
Bupati Karanganyar Rober Christanto yang hadir langsung di lokasi menyampaikan apresiasi tingginya. Menurutnya, gelaran ini menjadi bukti nyata kekuatan inovasi dari bawah (bottom-up).
”Saya sangat mengapresiasi kreativitas para seniman dan masyarakat Jatiyoso. Jlantah Fair ini lahir dari masyarakat, kemudian pemerintah hadir untuk mendukung dan mengembangkannya. Inilah gotong royong yang harus terus kita jaga,” kata Bupati Rober.
Baca Juga: Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Kapolres Sragen Salurkan 30 Tangki Air Bersih ke Lima Kecamatan
Rober optimistis Waduk Jlantah menyimpan potensi multimagnet. Ke depan, kawasan tersebut tidak hanya digarap sebagai objek wisata alam, melainkan pusat kegiatan seni budaya, olahraga, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
”Waduk Jlantah ini potensi besar yang kita miliki. Mari kita hidupkan dengan kegiatan-kegiatan kreatif. Semakin banyak kegiatan di sini, semakin banyak masyarakat luar daerah yang mengenal dan datang ke Jatiyoso. Saya titip kawasan ini, mari kita jaga, rawat, dan promosikan bersama,” tegasnya.
Kehangatan acara kian terasa dengan adanya dukungan dari berbagai elemen. Pemkab Karanganyar bersama Forum BUMD menyuntikkan dukungan operasional senilai Rp12,5 juta.
Tak kalah menghebohkan, Paguyuban Keluarga Pedagang Bakso Nusantara (KPBN) Korwil Karanganyar ikut beraksi sosial dengan membagikan 4.000 porsi bakso gratis kepada pengunjung.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Perketat Validasi Penerima Bansos, Terlibat Judol Bakal Dicoret
Antrean tertib warga yang menikmati kuliner gratis ini kian memperkuat esensi kebersamaan di pinggir waduk.
Bagi warga Jatiyoso, Jlantah Fair 2026 bukan sekadar panggung pertunjukan semalam. Event ini menjadi tonggak awal menjadikan Waduk Jlantah sebagai ruang publik yang terus bernapas.
Besar harapan, agenda ini konsisten bergulir menjadi kalender agenda tahunan yang mampu menyedot wisatawan hingga tingkat nasional. (rud/adi)
Editor : Adi Pras