Dekat Waduk Gondang Karanganyar, Desa Gempolan Kembangkan Sentra Frutikultura dan Wisata Tubing

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:52 WIB
Wisata tubing di Desa Gempolan di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Wisata tubing di Desa Gempolan di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Letak geografis Desa Gempolan di Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, terbilang sangat beruntung.

Keberadaan Bendungan atau Waduk Gondang yang berdiri megah di kawasan tersebut memberi limpahan pasokan air yang seolah tak pernah kering.

Keberkahan air ini tidak disia-siakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Gempolan bersama masyarakatnya.

Gempolan kini bertransformasi menjadi kawasan mandiri yang memadukan pengembangan potensi frutikultura dan pariwisata petualangan air sungai (river tubing).

Baca Juga: Aksi Pencurian Burung di Tasikmadu Karanganyar Terekam CCTV, Pelaku Lompati Pagar Rumah

Selama bertahun - tahun, nama Desa Gempolan memang identik dengan buah durian. Durian lokal Gempolan dikenal memiliki tekstur daging yang tebal, rasa manis pahit yang legit, serta aroma yang kuat.

Setiap kali musim panen tiba, desa ini dibanjiri para pencinta buah dari berbagai daerah. Namun, Pemdes Gempolan tak mau terlena dan hanya menggantungkan perekonomian desa pada satu musim komoditas saja.

​Melalui program pemberdayaan terstruktur, Gempolan kini menggenjot diversifikasi tanaman buah bernilai ekonomis tinggi.

Komoditas seperti melon (baik sistem greenhouse modern maupun lahan terbuka), pisang varietas unggulan, hingga alpukat mentega kini marak dibudidayakan.

Baca Juga: DPRD Sragen Dorong Kirab Desa Masuk Agenda Event Pemkab

”Kehadiran Waduk Gondang memberikan jaminan ketersediaan air yang sangat vital bagi sektor pertanian kami. Potensi alam ini kami optimalkan dengan mengembangkan budidaya frutikultura secara berkelanjutan," terang Kepala Desa Gempolan, Suhardi, Jumat (28/8/2026).

”Jadi tidak hanya durian yang menjadi ikon, saat ini kami juga secara intensif mengembangkan budidaya melon, pisang, dan alpukat,” imbuhnya.

​Suhardi memaparkan, pemilihan jenis buah-buahan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Selain menyesuaikan dengan karakter tanah dan melimpahnya pasokan irigasi, tanaman seperti melon, pisang, dan alpukat memiliki masa panen yang relatif cepat dan berkesinambungan.

Hal ini memastikan bahwa perputaran roda ekonomi para petani lokal terus berjalan sepanjang tahun tanpa harus menunggu musim durian.

Baca Juga: Tiga ASN Sragen Bermasalah dengan Hukum: Tak Hanya Pencurian, Tapi Juga Narkoba

​Tak berhenti di sektor agrowisata, Pemdes Gempolan juga melihat peluang besar dari derasnya aliran sungai di hilir Waduk Gondang.

Topografi sungai yang dipenuhi bebatuan alami serta dikelilingi rindangnya pepohonan pedesaan disulap menjadi wahana wisata river tubing. Pengelolaan wahana air ini diserahkan kepada pemuda Karang Taruna serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa.

​Wisata tubing Gempolan menyuguhkan pengalaman unik, yakni mengarungi derasnya jeram alami menggunakan ban dalam dengan pemandangan lanskap pedesaan yang hijau dan asri.

Baca Juga: Langgar Administrasi, Sejumlah Proyek Aspirasi DPRD di Karanganyar Dicoret

Kehadiran tubing ini menjadi magnet baru bagi wisatawan keluarga maupun pecinta olahraga petualangan.

”Konsep besar kami adalah paket wisata terpadu yang komprehensif. Pengunjung yang datang ke sekitar Bendungan Gondang bisa merasakan dulu sensasi memacu adrenalin lewat wisata tubing, lalu dilanjutkan dengan wisata petik buah segar durian, melon, pisang, maupun alpukat langsung dari kebun warga," tambah Suhardi. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
karanganyar tubing waduk gondang kerjo durian