Jenazah Heru Santoso TKI Asal Karanganyar yang Meninggal di Jepang Tiba, Pemkab Kawal Hak hingga Tun

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:12 WIB

 

Jenazah Heru Santos, 24, dimakamkan di Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar, Jumat (28/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)
Jenazah Heru Santos, 24, dimakamkan di Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar, Jumat (28/8/2026). (Rudi Hartono/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Kepulangan jenazah Heru Santos, 24, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kelurahan Gayamdompo, Kecamatan Karanganyar Kota disambut duka mendalam.

Bupati Karanganyar Rober Christanto hadir langsung menyambut kedatangan jenazah almarhum di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jumat (28/8/2026).

​Kedatangan jenazah di area kargo bandara telah ditunggu sejak pukul 08.00 WIB oleh rombongan Pemkab Karanganyar.

Bupati Rober Christanto bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Karanganyar Agung Wahyu Utomo memimpin langsung prosesi penjemputan hingga penyerahan jenazah kepada pihak keluarga untuk diantar menuju rumah duka.

Baca Juga: Dekat Waduk Gondang Karanganyar, Desa Gempolan Kembangkan Sentra Frutikultura dan Wisata Tubing

​Bupati Rober menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam. Bagi Pemkab Karanganyar, almarhum adalah sosok pahlawan devisa yang memiliki etos kerja tinggi dan berjiwa pantang menyerah.

Almarhum Heru Santoso adalah contoh nyata pemuda Karanganyar yang memiliki tujuan kuat untuk keluarga dan khususnya untuk Karanganyar. Pemerintah daerah sangat berduka atas kehilangan sosok pemuda tangguh seperti beliau," ujarnya.

​Seusai penerimaan resmi di bandara, Kepala Disdagnaker mengawal langsung ambulans yang membawa jenazah Heru ke rumah duka di Gayamdompo. Pemkab memastikan seluruh penanganan kepulangan dan pemakaman berjalan lancar.

Baca Juga: DPRD Sragen Dorong Kirab Desa Masuk Agenda Event Pemkab

​Di balik ketangguhannya, tersimpan perjuangan luar biasa dari Heru untuk bisa berangkat ke Jepang.

Perwakilan LPK Hiro, Bowo Kristanto mengungkapkan, Heru merupakan siswa terbaik yang tidak pernah menyerah meski berkali-kali menghadapi kegagalan saat proses seleksi.

”Mas Heru adalah siswa terbaik bagi kami. Dari riwayat waktu pelatihan, dia pantang menyerah dan selalu berusaha. Dia 10 kali gagal, baru yang ke-11 berhasil untuk berangkat ke Jepang. Semangatnya luar biasa demi keluarga," kenang Bowo Kristanto di lokasi penjemputan.

​Bowo menambahkan, pihak LPK Hiro berkomitmen mengawal seluruh pemenuhan hak almarhum.

”Kami berjanji hak dari Mas Heru yang masih ada akan kita urus sampai semua selesai dengan baik, akan kami usahakan semaksimal mungkin," tegasnya.

Baca Juga: Aksi Pencurian Burung di Tasikmadu Karanganyar Terekam CCTV, Pelaku Lompati Pagar Rumah

​Heru Santoso meninggal dunia pada 13 Agustus 2026 akibat kecelakaan tenggelam saat berekreasi di sebuah sungai di Jepang.

Musibah ini terjadi di saat pemuda berusia 24 tahun tersebut sudah menjalani program pemagangan selama hampir tiga tahun dan masa kerjanya mendekati akhir.

​Kedatangan rombongan jenazah di rumah duka Gayamdompo disambut isak tangis sanak keluarga dan warga sekitar.

Baca Juga: Tiga ASN Sragen Bermasalah dengan Hukum: Tak Hanya Pencurian, Tapi Juga Narkoba

Usai dishalatkan, almarhum Heru Santoso langsung diberangkatkan ke peradistirahan terakhir di TPU desa setempat dengan diiringi penghormatan terakhir dari jajaran Pemkab dan LPK. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
disdagnaker karanganyar Bupati Karanganyar Rober Christanto karanganyar jepang tki