RADARSOLO.COM – Pemkab Karanganyar menyiapkan Rusunawa Brujul di Kecamatan Jaten sebagai pusat pelatihan terpadu.
Pemanfaatan aset daerah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program Bupati Karanganyar Rober Christanto dalam memperluas kesempatan kerja.
Kepala Disdagnaker Karanganyar Agung Wahyu Utomo mengatakan, mulai 2027 pihaknya akan menggelar berbagai pelatihan bagi masyarakat, khususnya pencari kerja. Materi pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Baca Juga: DPRD Sragen Soroti DBHCHT Digunakan untuk Rakor dan Seremonial
”Segala jenis pelatihan disesuaikan dengan peluang kerja yang ada di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Agung kepda Radarsolo.com, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, kondisi pasar kerja domestik yang masih menghadapi PHK dan terbatasnya perekrutan tenaga kerja baru membuat pemkab juga membidik peluang kerja di luar negeri.
Disdagnaker menjajaki kerja sama dengan agensi penyalur tenaga kerja untuk mengetahui kebutuhan kompetensi yang diperlukan.
Baca Juga: Dinkes Karanganyar Buka Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga Terdampak Kebakaran TPA Putri Cempo Solo
”Setelah mengetahui peluang dan kebutuhan tersebut, kami menyiapkan tenaga kerja yang sesuai,” ujarnya.
Untuk mendukung program pelatihan, pemkab memilih mengoptimalkan aset yang sudah tersedia. Rusunawa Brujul dinilai lebih efisien dibandingkan membangun fasilitas baru.
”Kalau membuat tempat baru dengan anggaran saat ini yang terbatas, itu tidak memungkinkan. Proses pembangunan juga memerlukan waktu,” jelas Agung.
Baca Juga: Operasional SPPG di Klaten Dihentikan Usai 64 Siswa Diduga Keracunan MBG, Bahan Ikan Kemasan Disorot
Pengecekan Rusunawa Brujul dilakukan pada Jumat (4/9/2026) pagi. Peninjauan tersebut sekaligus untuk menyusun kebutuhan rehabilitasi dan rencana pemanfaatan bangunan.
Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar Ari Wibowo mengatakan, sejumlah bagian bangunan perlu direhabilitasi sebelum digunakan sebagai fasilitas pelatihan.
”Kalau kondisinya memang sudah tidak layak, perlu direhab dulu baru nanti bisa dimanfaatkan. Karena untuk pelatihan dibutuhkan ruang kelas,” ujarnya.
Baca Juga: Polres Sragen dan Tim Terpadu Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Miri
Rencananya, area lantai bawah yang sebelumnya merupakan ruang bermain atau ruang terbuka akan diubah menjadi dua ruang kelas dan satu ruang perlengkapan. Ruang asrama juga akan dibenahi agar layak ditempati peserta pelatihan.
”Untuk asrama, kondisinya memang sudah memprihatinkan. Jadi harus ada intervensi anggaran,” kata Ari.
Besaran kebutuhan anggaran rehabilitasi masih dalam tahap survei. Perbaikan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: Usaha Mebel di Jumapolo Karanganyar Terbakar, Kerugian Rp 300 Juta
”Karena efisiensi anggaran, kita lihat dulu ada anggaran berapa, baru kita tentukan intervensi fisiknya cukup sampai mana,” tandasnya.
Pemanfaatan Rusunawa Brujul diharapkan memperkuat program perluasan kesempatan kerja dengan menyediakan fasilitas pelatihan yang berbasis kebutuhan pasar, baik untuk peluang kerja dalam negeri maupun luar negeri. (rud/adi)
Editor : Adi Pras