Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pastikan Yoni Aman dari Penggusuran Jalan Tol Solo-Jogja

Damianus Bram • Rabu, 22 September 2021 | 15:15 WIB
HARUS DIJAGA: Batu yoni dan sebuah gundukan yang tetap dipertahankan di lokasinya saat dilintasi Jalan Tol Solo-Jogja di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)
HARUS DIJAGA: Batu yoni dan sebuah gundukan yang tetap dipertahankan di lokasinya saat dilintasi Jalan Tol Solo-Jogja di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. (ANGGA PURENDRA/RADAR SOLO)
KLATEN Pelaksana proyek Jalan Tol Solo-Jogja akan melakukan rekayasa teknis dengan membangun struktur jalan tol melayang saat melintasi persawahan di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo. Mengingat ada sebuah objek diduga cagar budaya (ODCB) berupa yoni di tengah persawahan tersebut.

Sebagai informasi, yoni tersebut berukuran panjang dan lebar masing-masing 79 centimeter. Memiliki ornamen pada salah satu sisinya berbentuk kepala hewan yang menyerupai kura-kura. Sementara itu untuk ketinggian yoni belum bisa dipastikan lantaran diperkirakan masih ada bagian yoni yang terpendam di dalam tanah.

Yoni yang dikenal warga yang dikenal dengan sebutan Candi Asu itu memang tidak jauh dari patok kuning Jalan Tol Solo-Jogja. Lahan persawahan yang sudah dibebaskan mulai diuruk dengan tanah. Termasuk lahan yang disamping yoni juga sudah diuruk. Hanya saja untuk yoni beserta sebuah gundukan tanah tetap berada di posisinya tanpa dilakukan pergeseran.

”Memang sudah sejak dulu yoni itu berada di posisinya seperti itu. Tapi warga mengenalnya dengan sebutan Candi Asu. Tetapi dari pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) jika yang dimaksud itu sebenarnya ornamen berupa kepala kura-kura,” jelas Kepala Dusun (Kadus) I, Pemdes Keprabon, Gunawan Salafudin.

Dia membenarkan, lahan persawahan yang terdapat yoni itu menjadi salah satu bidang yang dibebaskan untuk Jalan Tol Solo-Jogja. Petugas dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten dan BPCB Jateng sudah melakukan pengecekan dan pendataan yoni tersebut.

”Kalau secara keseluruhan di Desa Keprabon ada sekitar 71 bidang tanah yang terdampak jalan Tol Solo-Jogja. Untuk proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) hampir selesai. Tinggal satu warga terdampak yang masih tinggal pengurusan ahli waris dan tiga tanah kas desa dalam proses cari lahan pengganti,” ucapnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Yuli Budi Susilowati menjelaskan tidak ada opsi pemindahan terkait keberadaan yoni. Mengingat nantinya struktur Jalan Tol saat melintasi yoni itu dibuat melayang.

”Yoni tetap ada di lokasi semula. Jalan tol akan dibuat melayang di kawasan itu karena kebetulan dekat dengan sungai. Jadi sampai sekarang tidak ada opsi pemindahan,” ucapnya.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Solo-Jogja, Christian Nugroho membenarkan jika nantinya tol dibuat melayang saat melintasi yoni di Desa Keprabon tersebut. Terlebih lagi yoni tetap ditempatkan pada lokasi seperti saat ini.

”Kalau yang dicagar budaya itu nantinya dibuat melayang dengan kontruksinya berupa tiang-tiang penyangga. Nantinya masih bisa diakses, sesuai dengan fisiknya saat ini, tidak ada perubahan,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Pastikan Yoni Aman dari Penggusuran Jalan Tol Solo-Jogja #proyek tol solo-jogja #Tanah Terdampak Tol Solo-Jogja