RADARKLATEN.COM - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten menggelar lomba foto dan video yang bertajuk Klaten On The Spot 3.0.
Acara tersebut langsung dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono di Pasar Gedhe Klaten, Minggu (12/11).
Lomba tersebut diikuti 385 peserta yang berada dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Bali, dan Blitar juga ikut serta.
Peserta wajib mengambil foto terkait aktivitas di Pasar Gedhe Klaten sesuai yang ditentukan oleh panitia. Begitu juga mengangkat kuliner khas Klaten yang berlangsung hingga 18 November mendatang.
“Jadi sudah dilaksanakan untuk ketiga kali nya ini. Sebelumnya di Rowo Jombor dan Objek Mata Air Cokro (OMAC). Tapi yang membedakan untuk penyelenggaraan kali ini terdapat lomba videonya,” ucap Kepala Diskominfo Klaten, Amin Mustofa.
Lebih lanjut, Amin menjelaskan, pelaksanaan lomba foto dan video tersebut bisa dilaksanakan setiap tahunnya. Terlebih lagi dengan melihat animo peserta yang begitu tinggi dari berbagai daerah.
Harapannya potensi di Klaten bisa terangkat sehingga dikenal secara luas. Secara khusus dalam perlombaan kali ini yakni Pasar Gedhe Klaten dan kuliner khasnya.
“Saya harapkan Pasar Gedhe ini bisa dirawat bersama-sama. Pasare apik, rejekine apik,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Klaten Jajang Prihono mengapresiasi animo peserta lomba foto dan video yang membludak tersebut. Bahkan berasal dari berbagai kota di Indonesia sehingga diharapkan kualitas penyelenggaraan lomba bisa untuk ditingkatkan.
“Saya harapkan nominalnnya (uang pembinaan) bisa ditambah lagi agar grade-nya semakin naik. Kami mendukung sepenuhnya untuk digelar secara rutin,” ucap Jajang.
Ia mengungkapkan, bahwa perlombaan foto dan video tersebut sangat mendukung sosialisasi Pasar Gedhe Klaten yang kini memiliki wajah baru. Ia pun berharap para peserta bisa menggali potensi di pasar tradisional semi modern tersebut.
Dirinya pun berpesan kepada juri maupun peserta lomba untuk tidak hanya memfokuskan pada nilai estetika saja. Tetapi juga bisa memberikan pesan bagi yang melihat karya tersebut. Mampu menceritakan potensi yang dimiliki oleh Kota Bersinar.
“Bisa disampaikan kepada masyarakat luas meski Klaten sempat terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun tetapi bisa bangkit. Perputaran ekonominya begitu menggeliat,” ucapnya.
Salah satu peserta lomba foto, Dodik, 47, asal Sukoharjo mengaku sebelumnya pernah mengikuti lomba serupa yang juga berlokasi di Klaten. Sedangkan untuk pemilihan lokasi lomba foto yakni Pasar Gedhe Klaten dinilainya bagus.
“Mungkin untuk kedepannya dalam penyelenggaraannya perlu ditata lagi saat sesi pemotretannya. Soalnya terlalu banyak sekali pesertanya sehingga kesulitan untuk mengambil foto,” ucapnya.
Sementara itu, bagi pemenang lomba foto yang menyabet Juara 1, 2 dan 3 memperoleh uang pembinaan mulai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Sedangkan bagi mereka yang meraih Juara Harapan 1-10 mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 500 ribu.
Sementara itu, bagi pemenang lomba video yang menyabet Juara 1,2 dan 3 memperoleh uang pembinaan mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 6 juta. Sedangkan bagi mereka yang meraih Juara Harapan 1-5 mendapatkan uang pembinaan masing-masing Rp 1 juta. (ren/dam)
Editor : Damianus Bram