RADARSOLO.COM - Puput Erna Sri Rejeki, 34, tenaga kerja wanita (TKW) asal Klaten yang kondisinya sempat kritis di rumah sakit di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) telah tiba di Indonesia pada Minggu (26/5). Saat ini sedang istirahat di kediaman kakaknya yang berada di Bogor, Jawa Barat.
“Kebetulan ayah yang menjemput Puput di bandara. Hanya ayah saja. Tapi saat ini berada di rumah yang di Bogor. Istirahat dulu,” jelas kakak Puput, Lidya Dwi Handayani saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan, Senin (27/5).
Lidya menjelaskan, pihaknya belum mengetahui kapan Puput akan balik ke Tegal Blateran, Kecamatan Klaten Tengah. Tetapi yang terpenting untuk saat ini beristirahat dulu di Bogor setelah menempuh perjalanan menggunnakan pesawat dari UEA.
“Puput sendiri menjalani perawatan di rumah sakit dari 2 Mei. Keluar dari rumah sakit pada 22 Mei. Untuk kepulangan dan rumah sakit, semua itu dibiayai oleh orang-orang baik. Mereka yang peduli dengan adik saya,” ujar Lidya.
Apabila nantinya Pemkab Klaten hendak membantu pengobatan untuk Puput, Lidya mengaku bersyukur. Terlebih lagi adiknya itu sudah tidak dapat bekerja. Padahal di sisi lain membutuhkan biaya untuk pengobatan.
“Apalagi ayah saya hanya bekerja sebagai sopir panggilan saja. Puput juga tidak terdaftar penerima bantuan untuk Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan secara mandiri,” ujar Lidya.
Seperti diketahui Puput berada di Dubai sejak 2021 dengan keberangkatan yang tidak melalui jalur yang ditetapkan pemerintah. Sebelum akhirnya mengalami kondisi kritis karena diduga mengalami kanker otak.
Kali terakhir keluarga komunikasi dengan Puput pada 3 Mei lalu. Sebelumnya Puput memang mengabarkan ke keluarga jika dirinya dalam kondisi sakit.
Dia ditemukan di kamarnya dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh temannya. Hingga kemudian dibawa ke rumah sakit.
Sempat terbentur dengan biaya biaya rumah sakit dan pemulangan ke Indonesia. Hingga akhirnya mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, termasuk Pemkab Klaten sendiri.
“Diinformasikan yang bersangkutan sudah pulang ke Indonesia. Tinggal nanti terkait pemulangan ke Klaten. Saya minta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten untuk segera mengambil langkah-langkah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono. (ren/adi)
Editor : Adi Pras