RADARSOLO.COM – Sebuah jalan poros desa di Desa Karangdukuh, Kecamatan Jogonalan, Klaten sepanjan 210 meter selesai dibangun. Menariknya, jalan yang diresmikan oleh Bupati Klaten Sri Mulyani ini bernama Merkurius. Salah satu planet di Galaksi Bima Sakti.
Sebagai informasi, pembangunan jalan poros desa itu merupakan salah satu kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II di Desa Karangdukuh yang resmi ditutup pada Jumat (7/6). Kini jalan tersebut berlapis beton. Sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.
Jalan penghubung antardesa di Karangdukuh ini tidak hanya satu-satunya ruas yang diberi nama planet. Tetapi masih ada ruas jalan lainnya seperti diberi nama Venus, Mars dan Bumi.
”Ini jadi nama resmi. Apalagi sudah kami ajukan sejak ada program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pada sertifikat juga tercantum sebagai nama resmi. Hanya untuk membedakan saja,” jelas Kepala Desa (Kades) Karangdukuh Ari Supriyanto, Sabtu (8/6).
Di samping itu, alasanya nama-nama planet itu dipilih sebagai nama jalan di Desa Karangdukuh itu agar mudah dalam penyebutannya. Bahkan untuk nama jalan masuk ke kampung diberi nama sesuai kesepakatan dari masing-masing RT maupun RW.
Jalan Merkurius menjadi salah satu akses penting penghubung antar desa di Karangdukuh. Jalan itu menghubungkan antara Karangdukuh dengan Desa Trunuh, Kecamatan Klaten Selatan. Tak hanya itu saja, jalan tersebut juga menjadi akses warga Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan.
”Sebelumnya, kondisi jalan cukup parah. Dulu mobil nggak berani lewat karena sempit. Tapi karena jalannya sudah lebar sehingga sudah bisa dilewati,” ujar Ari.
Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Tri Wibowo menjelaskan, TMMD di Karangdukuh sudah dimulai sejak 8 Mei. Selama satu bulan kegiatan digelar berhasil merampungkan betonisasi jalan sepanjang 2.010 meter dengan lebar 4 meter dan tebal 12 cm. Kemudian pembangunan talut jalan sepanjang 2.010 meter dengan lebar 5 cm dan tinggi 4 meter.
”Dalam TMMD, kami juga berhasil menyelesaikan rehabilitasi rumah tak layak huni (RTLH) sebanyak empat unit. Begitu juga jambanisasi sebanyak lima unit. Temasuk kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, administrasi kependudukan dan pencatatan sipi dan pembinaan remaja dan antihoaks,” jelasnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras