RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Sri Mulyani bersama Forkompimda Klaten, kepala organisasi perangkat daerah dan ribuan jamaah menunaikan Sholat Idul Adha di Alun-Alun Klaten, Senin (17/6/2024).
Didaulat sebagai imam Sholat Idul Adha yakni imam Masjid Raya Klaten Ustadz Hanif Fadhilah, sedangkan khotib Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten Anif Solikhis.
Seusai Sholat Idul Adha, bupati Klaten dan rombongan menuju Masjid Raya Klaten dengan berjalan kaki.
Sri Mulyani bersama Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya menyerahkan dua ekor sapi kepada pengurus takmir Masjid Raya Klaten.
Sekaligus menyaksikan penyembelihan hewan kurban.
Rombongan bupati Klaten melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Al Aqsha Klaten untuk menyerahkan dua ekor sapi kepada takmir masjid setempat.
Total hewan kurban yang diserahkan Pemkab Klaten kepada masjid, mushala, pondok pesantren (Ponpes) dan panti asuhan pada tahun ini sebanyak 57 ekor.
Terdiri dari 12 ekor sapi dan 45 ekor kambing.
“Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT,” terang Sri Mulyani.
“Semoga kita menjadi orang-orang yang beruntung dan selalu taat kepada agama. Insya Allah selamat dunia-akhirat,” lanjut bupati Klaten.
Sri Mulyani berpesan kepada masyarakat yang melakukan penyembelihan hewan kurban dengan memperhatikan tutunan syariat Islam.
Termasuk harus ramah lingkungan. Terutama saat pemrosesan limbah penyembelihan hewan kurban agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
Mulyani meminta panitia penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah Klaten memperhatikan sanitasi limbah penyembelihan. Begitu juga saat pembersihan organ hewan kurban.
“Surat edaran sudah kami serahkan ke daerah. Alhamdulillah setiap tahunnya, kondisi ini berkurang (pencemaran lingkungan dari limbah penyembelihan hewan kurban)," katanya.
"Ini karena tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan juga meningkat,” imbuh Sri Mulyani.
Bupati Klaten meminta masyarakat meminimalkan penggunaan kantong plastik untuk pendistribusian daging hewan kurban.
Diganti dengan besek atau keranjang anyaman bambu.
“Selain lebih ramah lingkungan dan lebih sehat, penggunaan besek juga membantu meningkatkan perekonomian UMKM, khususnya perajin besek,” tutur Sri Mulyani. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono