RADARSOLO.COM – Produsen Jenang Ayu khas Kecamatan Wedi di Klaten ketiban berkah selama momentum Isra Mikraj dan tahun baru Imlek. Permintaan pesanan naik signifikan. Camilan rasa manis legit ini diburu untuk oleh-oleh wisatawan.
Seperti produsen Jenang Ayu di Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Klaten. Ada empat produsen Jenang Ayu di desa ini.
”Produk dan permintaan mengalami peningkatan 100 persen-150 persen dibandingkan hari biasa. Otomatis omzet yang kami dapatkan juga naik. Tapi untuk bahan tidak terkendala,” ujar pengelola Jenang Ayu Bu Sono di Desa Pacing, Agung Nugroho, 40, Selasa (28/1/2025).
Agung menjelaskan, pada hari biasa memproduksi Jenang Ayu sebanyak 1 kuintal. Tapi ketika momen libur panjang kali ini, minimal memproduksi minimal 2 kuintal. Mengingat meningkatnya permintaan untuk dijadikan oleh-oleh untuk dibawa ke daerah masing-masing.
Agung sendiri memproduksi Jenang Ayu dibantu 12 tenaga kerja sejak Subuh. Mulai dari bagian produksi hingga pengemasan yang dilakukan setiap harinya.
Setiap kali proses produksi dilakukan selama delapan jam hingga adonan jenang harus didiamkan selama satu hari sebelum dilakukan pemotongan dan pengemasan.
”Untuk pembeli dari luar kota cukup banyak, terutama untuk dijadikan oleh-oleh. Seperti dari Surabaya, Jakarta dan Bandung. Mereka sekali beli bisa 15 kg-30 kg,” ujar Agung.
Agung mengungkapkan, untuk Jenang Ayu yang diproduksi dibanderol seharga Rp 42 ribu per kg. Biasanya sudah langsung dipotong dengan ukuran yang sudah siap disantap menjadi sekira 30 bungkus.
Dia menjamin, Jenang Ayu yang diproduksi bisa bertahan hingga dua bulan lamanya tanpa masuk di lemari pendingin. Mengingat bahan utamanya yang digunakan dijamin berkualitas seperti tepung ketan, kelapa dan gula Jawa.
Salah seorang pembeli, Margi, 46, warga Desa Brangkal, Kecamatan Wedi mengaku setiap kali kerabatnya liburan di Klaten selalu dibelikan oleh-oleh berupa Jenang Ayu dari Desa Pacing tersebut. Menurutnya, cita rasanya yang legit dan tahan lama.
”Saya memang sering beli jenang ayu di Pacing ini karena enak dan taha lama. Kali ini jenang ayu mau di bawa ke Karawang, Jawa Barat,” ujar Margi. (ren/adi)
Editor : Adi Pras