Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Manfaatkan DBHCHT, Disperinaker Klaten Gelar Pelatihan Menjahit dan Makanan Olahan

Angga Purenda • Jumat, 30 Mei 2025 | 22:33 WIB
Pelatihan menjahit di LPK Central Inti Cemerlang, Desa Ngrundul, Kebonarum, Klaten yang bersumber dari DBHCHT. 
Pelatihan menjahit di LPK Central Inti Cemerlang, Desa Ngrundul, Kebonarum, Klaten yang bersumber dari DBHCHT. 

RADARSOLO.COM-Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Klaten menggelar pelatihan menjahit dan makanan olahan sejak Senin (26/5/2025).

Berlangsung di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Centra Inti Cemerlang, Desa Ngrundul, Kebonarum dan LPK Yurina Erbe Barokah, Desa Kadilajo, Karangnongko.

Pelatihan menjahit dilaksanakan selama 18 hari dan makanan olahan berlangsung 10 hari dengan masing-masing terdapat 40 peserta.

Seluruh kegiatan pelatihan di dua lokasi itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Klaten Setyanto Nugroho menjelaskan, pelatihan meliputi dari hal yang dasar hingga mengasah keterampilannya dalam menguasai menjahit dan membut makanan olahan.

“Sebelumnya para peserta yang mengikuti pelatihan ini diseleksi terlebih dahulu. Kami mengacu pada peraturan menteri keuangan (PMK) Nomor 72 yang di dalamnya ada aturannya,” ujar Nugroho, Jumat (30/5/2025).

Lebih lanjut, Nugroho mengungkapkan, para peserta pelatihan ini terdiri dari buruh tani tembakau dan eks pekerja pabrik rokok yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempatnya bekerja.

Masing-masing harus melengkapi dengan surat keterangan yang menyatakan hal itu.

Nugroho menjelaskan, untuk pelatihan menjahit terdapat tahapan uji kompetensi.

Hal itu menjadikan peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat guna menegaskan atas keterampilan yang dimilikinya tersebut.

“Kalau ada peserta pelatihan yang hendak melanjutkan bekerja di perusahaan garmen, kami dari disperinaker siap untuk menyalurkan,” tambah Nugroho.

Nugroho mengharapkan, dengan digelarnya dua pelatihan tersebu bisa mengurangi angka kemiskinan di Klaten.

Baca Juga: Bantuan Langsung Tunai DBHCHT Senilai Rp 9,3 Miliar Sasar 7.600 Warga Klaten, Ini Pesan Bupati Sri Mulyani

Di sisi lain, meningkatkan keterampilan para peserta dalam hal menjahit dan membuat makanan olahan.

“Untuk outputnya kan mereka akan mendapatkan sertifikasi. Karena kedepannya, untuk perusahaan dalam membuka lowongan pekerjaan harus mempunyai sertifikat kompetensi juga. Itu yang menjadi prioritas karyawan di sana,” ujar Nugroho.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan menjahit, Sulastri, 40, asal Kecamatan Trucuk mengungkapkan bahwa dirinya ikut serta pelatihan tersebut setelah mendapatkan informasi dari disperinaker.

Hal itu menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan itu.

“Jadi buruh tani tembakaunya kalau waktu musim saja. Kalau nggak musim tembakau ya hanya ibu rumah tangga saja. Begitu juga menjadi petani pangan seperti padi dan jagung,” ujar Sulastri.

Lebih lanjut, Sulastri mengapresiasi dengan adanya pelatihan menjahit yang sumber anggarannya dari DBHCHT.

Terlebih lagi, menurutnya sebagai ibu rumah tangga harus memiliki keterampilan lainnya.

“Kalau petani itu kan musiman kan, penghasilannya hanya empat bulan sekali. Apalagi modalnya sekarang banyak dari pupuk dan lainnya. Kalau misalnya ada pelatihan seperti ini, setidaknya bisa jadi sambilan,” ujar Sulastri.

Selepas mengikuti pelatihan tersebut, Sulastri berencana mendalami keterampilan menjahit tersebut.

Termasuk rencana untuk membuka jasa menjahit secara mandiri di rumah dengan memanfaatkan bantuan sarana-prasarana yang akan diterimanya. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#DBHCHT #disperinaker klaten #pelatihan menjahit #makanan olahan