RADARSOLO.COM – Pemerintah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo berhadap dukungan dalam pengembangan budidaya jamur tiram. Mengingat, masyarakat Glagahwangi saat ini sudah menjual produk keripik jamur tiram.
Hal itu disampaikan Kepala Desa (Kades) Glaghawangi Desy Harini saat kegiatan Sambung Rasa yang dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Senin (10/11/2025).
Desy menyampaikan sejumlah potensi desa yang sedang dikembangkan salah satunya budidaya jamur tiram melalui pembangunan kumbong jamur dengan kapasitas sekira 10.000 baglog.
”Program ini merupakan bagian dari ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes Muncar Glagahwangi. Saat ini hasilnya diolah menjadi keripik dan dijual mentah dari beberapa panen yang kami lakukan,” ujar Desy, Senin (10/11/2025).
Desy mengungkapkan budidaya jamur itu akan dikembangkan menjadi eduwisata. Begitu juga diolah menjadi aneka makanan dengan bahan utama jamur.
”Untuk eduwisata, kami akan bekerja sama dengan BUMDes lain di Kecamatan Polanharjo yang memiliki potensi wisata air,” beber Desy.
Desy juga menyampaikan perlunya renovasi terhadap Balai Desa Glagahwangi. Mengingat dinilai sudah berusia tua yang merupakan bangunan era 1950-an.
Renovasi diperlukan agar balai desa semakin baik, bersih dan nyaman. Terlebih lagi gedung tersebut juga menjadi salah satu unit usaha BUMDes untuk acara sewa pernikahan.
”Kami juga memiliki pasar desa Glagahwangi yang lokasinya cukup strategis. Pemerintah desa berencana merealisasikan renovasi kios pasar yang diawali dengan tiga kios pasar. Kami harapkan juga dukungan dari pemkab,” ujar Desy.
Selain usulan pembangunan, Desy menyampaikan titipan aspirasi dari warga terkait perbaikan infrastruktur jalan di wilayahnya. Terkait hal itu, Bupati Hamenang memberikan dukungan penuh.
”Glagahwangi mulai berbenah. Tadi branding-nya sudah bagus menjadi Desa Jamur. Tinggal nanti ke depan, sudah ada budidaya, sudah ada yang dijual berupa keripik, tinggal satu lagi ke depan bikin kuliner khusus jamur,” ujar Hamenang.
Dia menyarankan agar Desa Glagahwangi dapat mengembangkan konsep kuliner jamur yang unik.
Bahkan membandingkannya dengan konsep rumah makan jamur terkenal di Sleman, Jogjakarta, sembari menyesuaikan suasana dengan kearifan lokal Glagahwangi.
”Insyaallah ke depan kalau orang-orang pengin kuliner sehat, tetap enak, yang bahan dasarnya adalah jamur, ingatnya Glagahwangi,” tambahnya. (ren/adi)
Editor : Adi Pras