Pemkab Klaten Siapkan Rp 5 Miliar untuk Perbaikan Jembatan Gempol IV, Direncanakan Mulai Dibangun Juli

Angga Purenda • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 18:42 WIB
Jembatan Gempol IV di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang ambles belum lama ini. (Angga Purenda/Radar Solo)Jembatan Gempol IV di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten yang ambles belum lama ini. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Penantian warga Kecamatan Gantiwarno dan Kecamatan Wedi terhadap perbaikan infrastruktur di wilayah setempat segera terjawab. 

Pemkab Klaten telah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk membangun kembali Jembatan Gempol IV di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno yang ambles pada awal tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten Suryanto mengungkapkan, pembangunan jembatan ini menjadi prioritas setelah dilakukan mekanisme pergeseran anggaran.

Baca Juga: Sempat Mangkrak 5 Tahun, Pasar Rakyat Nogosari Akhirnya Dibuka Tanpa Menutup Pasar Lama

Saat ini, tahap perencanaan desain telah rampung dan siap memasuki proses lelang.

"Alhamdulillah sudah kami desain. Insya Allah dokumen siap di bulan Mei, kemudian kita lelangkan. Targetnya Juli sudah mulai dikerjakan," ujar Suryanto saat ditemui di Kantor Bupati Klaten pada Senin (6/4/2026).

Jembatan Gempol IV yang membentang sepanjang 20 meter di atas Sungai Dengkeng tidak hanya akan diperbaiki. Tetapi juga ditingkatkan kapasitasnya.

Jika sebelumnya jembatan hanya memiliki lebar 5 meter, nantinya jembatan baru akan dibangun dengan lebar total mencapai 8 meter.

"Pasti ada peningkatan dimensi, terutama lebih lebar. Dari lebar lama 5 meter, besok jadi 8 meter. Rinciannya, 6 meter untuk badan jalan kendaraan dan masing-masing 1 meter di kanan-kiri untuk trotoar," urai Suryanto.

Amblesnya Jembatan Gempol IV pada awal Januari 2026 memang sempat melumpuhkan akses kendaraan berat di jalur alternatif Klaten-Gunungkidul.

Baca Juga: Hadapi Ancaman El Nino, Gubernur Jateng Minta Petani Tetap Tenang

Struktur penyangga yang retak akibat kerap dilintasi truk pengangkut material membuat jembatan ini membahayakan jika dilalui kendaraan roda empat.

Hingga saat ini, akses kendaraan berat masih dilarang. Namun, untuk menjaga geliat ekonomi di Pasar Gempol, pejalan kaki dan pengendara motor masih diperbolehkan melintas secara terbatas dengan penuh kewaspadaan.

"Kalau sekadar darurat untuk pejalan kaki atau sepeda monggo, supaya pasar tidak mati. Tapi tetap harus waspada, kalau terasa goyang ya segera dihindari," tambahnya.

Selain itu, tahun ini, Pemkab Klaten tidak hanya fokus pada Gempol IV. Suryanto menyebut ada total empat jembatan yang akan dibangun atau diperbaiki untuk meningkatkan konektivitas wilayah.

Baca Juga: Solo Kejar Zero Stunting, Fokus Beralih ke Sanitasi, Rumah Layak, dan Edukasi

Di antaranya Jembatan Ngancar di Bandungan, Kecamatan Jatinom, Jembatan Gempol I di antara Desa Pasung dan Kadilanggon, Kecamatan Wedi dan Jembatan Kragilan, Kecamatan Gantiwarno.

Perbaikan Jembatan Gempol I dan Gempol IV diharapkan dapat memperlancar arus distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Terutama di dua provinsi yakni Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena merupakan daerah perbatasan. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
jembatan gempol iv dibangun juli pemkab klaten revitalisasi