Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mantan Pedagang Keliling di Klaten Sukses Miliki Toko Tingkat dan Investasi Tanah Lewat Agen BRILink

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 24 Mei 2026 | 13:28 WIB
Bambang Margono mengawali pekerjannya sebagai pedagang keliling dari desa ke desa ini, kini mampu mengelola gerai Agen BRILink dengan volume transaksi harian yang stabil di kediamannya. (ISTIMEWA)
Bambang Margono mengawali pekerjannya sebagai pedagang keliling dari desa ke desa ini, kini mampu mengelola gerai Agen BRILink dengan volume transaksi harian yang stabil di kediamannya. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM-Seorang warga asal Kabupaten Klaten, sukses merubah taraf perekonomian keluarganya melalui optimalisasi jaringan kemitraan perbankan. 

Adalah Bambang Margono (63) yang mengawali pekerjannya sebagai pedagang keliling (mindring) dari desa ke desa ini, kini mampu mengelola gerai Agen BRILink dengan volume transaksi harian yang stabil di kediamannya.

Sebelum menetap di toko domestik, Bambang mencari nafkah dengan mengendarai sepeda motor untuk menjual perabotan rumah tangga dan pakaian secara kredit ke pelosok wilayah Klaten.

Ia kemudian memberanikan diri menyewa sebuah toko sederhana di Desa Tanjungsari untuk menetap berjualan pakaian, hingga akhirnya menerima tawaran kemitraan program keagenan baru dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pada tahun 2013.

Baca Juga: Pensiunan PNS Sukses Sulap Rumah Mangkrak di Tengah Sawah Klaten Jadi Owah Cafe hingga Terbantu KUR BRI

"Buka BRILink, mulai merintis tahun 2013. Tapi dulu masih belum direnovasi seperti ini, dulu masih ngontrak. Awalnya ditawari dari BRI, ada program baru, kalau mau bisa didaftarkan, lalu saya bersedia," kata Bambang Margono, Jumat (9/5/2026).

Pada masa awal operasional, Bambang harus melakukan sosialisasi secara langsung dari rumah ke rumah untuk membangun basis konsumen, bahkan dengan skema menalangi biaya tagihan pelanggan terlebih dahulu.

"Awal-awal merintisnya agak susah juga. Soalnya saya masuk ke kampung-kampung, saya tawari seperti untuk bayar listrik. Kadang saya bayarin dulu, nanti diganti, dan lama-lama berkembang kepercayaannya," tambah Bambang.

Faktor kepercayaan yang terjaga membuat gerai milik Bambang mampu memproses transaksi bernilai besar.

Beberapa konsumen bahkan memercayakan kartu ATM beserta nomor PIN mereka untuk diselesaikan transaksinya secara berkala.

"Lima hari yang lalu ada yang ambil banyak. ATM umumkan kan paling banyak 5jt, saya ambil Rp100 juta, saya gesekin selama dua hari," ujar Bambang.

"Jadi, ATM-nya di sini, sama pin dititipkan. Tapi sebelum itu ya saya cek dulu isinya ini, nanti tahu uang awalnya segini," imbuhnya.

Akurasi dan integritas pelayanan tersebut mengantarkan gerai BRILink milik Bambang mencatatkan performa terbaik di tingkat kabupaten.

Pada tahun 2021, ia mendapatkan penghargaan resmi dari pihak perbankan dan perusahaan asuransi atas pencapaian rekor volume transaksi tertinggi.

"Pernah jadi agen nomor satu se-Klaten, banyak sendiri, terbanyak transaksi pada 2021 saat Corona. Per bulan fee-nya dapat Rp8 juta dari BRI," jelas Bambang.

Meskipun saat ini kepadatan agen kompetitor di sekitar lokasinya meningkat, intensitas operasional harian di gerai Bambang terpantau masih stabil pada angka rata-rata 70 transaksi per hari untuk jenis penarikan tunai dan setoran saldo.

Baca Juga: Catat Perputaran Uang Rp1,13 Triliun, Agen BRILink di Klaten Sumbang FBI Rp1,9 Miliar

"Sekarang banyak saingan, sedikit menurun. Tapi Alhamdulillah masih ramai. Sekarang transaksi sekitar 70, dulu bisa 100 lebih," tutur Bambang.

"Transaksi sama, kebanyakan tarik dan setor tunai. Imbang, keluar masuknya sama. Perputarannya imbang," katanya lagi.

Dari kombinasi biaya jasa komersial per transaksi sesuai akad konsumen serta pembagian komisi (fee) dari manajemen BRI, Bambang mampu merenovasi bangunan toko sewaannya menjadi hak milik pribadi berlantai tingkat.

Hasil keuntungan usaha juga dialokasikan untuk investasi berupa pembelian tiga bidang tanah, peremajaan unit kendaraan, hingga membiayai program penempatan kerja tiga anaknya di luar negeri, yakni dua di Jepang dan satu ke Korea Selatan.

"Alhamdulillah punya pemasukan. Toko ini dulu ngontrak, waktu masih pertama jadi agen BRILink. Sekarang toko sudah jadi milik sendiri dan direnovasi seperti sekarang," ungkap Bambang.

"Tiap hari bisa megang uang, bisa beli tanah, sudah tiga kali. Motor yang dulunya tidak baru yang bisa beli baru. Mudah-mudahan ya semakin maju usahanya," lanjutnya.

Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Cabang Klaten Sugeng Priyanto membenarkan perihal rekam jejak perkembangan usaha yang dikelola oleh Bambang sejak periode pendampingan tahun 2018.

"Dulu Pak Bambang merintisnya dari mindring, pakai motor itu kalau cerita. Terus beliau nyewa tempat di sini, jualan pakaian dan lain-lain," kata Sugeng Priyanto.

"Akhirnya jadi BRILink, malah sekarang bisa beli tokonya itu, sekalian dijadikan tingkat. Dua anaknya dikirim kerja di Jepang, satu lagi mau ke Korea Selatan," imbuhnya.

Sugeng, yang merupakan alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menjabarkan bahwa peran operasional Agen BRILink di tingkat desa tidak hanya mencakup fungsi kasir statis.

Baca Juga: BRI Branch Office Klaten Salurkan KUR Rp.2,3 triliun Hingga April 2026, Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah

Melainkan juga bertindak sebagai agen referal resmi untuk pengajuan fasilitas pinjaman kredit modal kerja perbankan.

"Jadi, agen BRILink itu kepanjangan tangan resmi dari BRI. Sebenarnya tidak hanya transksi, Pak Bambang juga sudah beberapa kali mereferalkan nasabah yang mau pinjam. Bahkan, pinjam di atas Rp200 juta itu sering. Jadi, direferalkan ke BRI lewat agen BRILink," jelas Sugeng.

Efisiensi waktu pemrosesan dan kedekatan jarak geografis menjadi alasan utama masyarakat pedesaan lebih memilih bertransaksi di gerai BRILink dibanding mengantre di kantor kas unit pembantu.

Hal ini diakui oleh salah seorang nasabah pengguna jasa, Puji Astuti.

"Saya sering ke BRILink, langganannya Pak Bambang. Karena lebih efisien waktunya sama tidak usah antre. Dekat dari rumah juga. Aslinya BRI juga dekat, tapi antre," kata Puji Astuti. "Saya seringnya tarik tunai dan transfer. Biasanya pajak, wifi, listrik juga," pungkasnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bri cabang klaten #pedagang keliling #transaksi mudah dan nyaman #Agen BRILink #pelayanan nasabah