RADARSOLO.COM- Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten kini telah memasuki tahap akhir.
Pada Senin (25/5/2026), anggota Koramil 19/Trucuk Kodim 0723/Klaten bersama warga setempat melakukan aksi gotong royong untuk merampungkan pengerjaan pengecatan jembatan.
Sinergi kuat antara TNI dan masyarakat digenjot demi mempercepat penyelesaian infrastruktur vital desa.
Selain menyempurnakan estetika, pengecatan dilakukan guna memberikan perlindungan optimal pada konstruksi jembatan.
Harapannya jembatan menjadi lebih awet, kokoh, dan aman. Terutama saat digunakan sebagai jalur perlintasan harian warga nantinya.
Baca Juga: Terekam CCTV, Pencuri Gondol 50 Kg Gula di Kemuning Karanganyar
“Pengerjaan pengecatan jembatan dilakukan secara gotong royong oleh anggota Koramil bersama warga masyarakat. Semangat kebersamaan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pembangunan desa dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat,” jelas Babinsa Desa Karangpakel Koptu Bayu, Selasa (26/5/2026).
Kehadiran Jembatan Gantung Garuda diproyeksikan mampu mendobrak keterbatasan akses penghubung yang selama ini dihadapi oleh masyarakat setempat.
Jembatan ini dirancang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Desa Karangpakel dan sekitarnya.
“Hadirnya jembatan gantung ini diharapkan dapat memperlancar roda perekonomian. Khususnya dalam mendistribusikan hasil pertanian serta memperluas aktivitas perdagangan warga desa,” tambahnya.
Baca Juga: Perjudian Transfer Pemain Persis Solo Gagal, Milo: Perubahan Datang Terlambat
Selain itu, jembatan itu untuk mempermudah aksesbilitas harian, baik untuk keperluan pendidikan maupun aktivitas sosial masyarakat agar lebih aman dan efisien.
Secara teknis, Jembatan Gantung Garuda di Karangpakel itu memiliki bentang panjang 26 meter dengan lebar 1,2 meter.
Meski ukurannya terbilang ringkas, jembatan ini memegang peran penting karena ditargetkan menjadi jalur tumpuan bagi mobilitas massal.
“Warga yang hendak memanfaatkan jembatan gantung ini sebanyak 1.200 Kepala Keluarga (KK) atau 3.600 jiwa. Mengingat besarnya jumlah warga yang bergantung pada jembatan ini maka kami mengejar target penyelesaian agar fasilitas ini dapat segera diresmikan dan digunakan secara luas,” jelasnya.
Baca Juga: Pulang Ngaji, Warga Sidoharjo Sragen Temukan Bayi di Dalam Kardus
Respons positif pun mengalir dari warga Desa Karangpakel. Mereka menyambut baik percepatan tersebut karena dampaknya akan langsung dirasakan pada peningkatan kesejahteraan dan geliat ekonomi desa yang lebih dinamis.
Seperti diketahui, selain di Karangpakel, Trucuk, jembatan gantung juga sedang dibangun di di Desa Kranggan, Kecamatan Manisrenggo dan Desa Dukuh, Kecamatan Bayat.
Sedangkan di Desa Burikan, Kecamatan Cawas merupakan jembatan beton. Seluruhnya bagian dari proyek Jembatan Garuda yang mendapatkan pendampingan langsung personel TNI Kodim 0723/Klaten. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono