Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

55 Anak Ikuti Khitanan Massal, Wujud Kepedulian BRI Klaten Bersinergi dengan YBM BRILiaN dan RS Soeradji Tirtonegoro

Angga Purenda • Senin, 6 Juli 2026 | 11:33 WIB
Pemimpin Cabang BRI Klaten Agung Prasetyo (kanan) saat membuka digelarnya khitanan massal secara simbolis dengan menyerahkan tas kepada peserta. (Angga Purenda/Radar Solo)
Pemimpin Cabang BRI Klaten Agung Prasetyo (kanan) saat membuka digelarnya khitanan massal secara simbolis dengan menyerahkan tas kepada peserta. (Angga Purenda/Radar Solo)

RADARSOLO.COM-PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Klaten menggelar khitanan massal pada momen libur sekolah kali ini. Acara tersebut bersinergi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN dan Rumah Sakit (RS) Soeradji Tirtonegoro Klaten pada Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di BRI Kantor Cabang Klaten tersebut diikuti oleh 55 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka berasal dari wilayah Kabupaten Klaten dan sekitarnya.

Branch Office Head BRI Klaten Agung Prasetyo mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) terhadap lingkungan sekitar. Sumber dana kegiatan ini berasal dari pengelolaan zakat para pekerja muslim BRI yang dihimpun melalui YBM BRILiaN.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, BRI Cabang Klaten Distribusikan 180 Paket Daging Kurban ke PKL hingga Lapas Kelas IIB Klaten

"Kami ingin menunjukkan bahwa BRI tidak hanya sekadar tempat untuk menabung atau meminjam uang. Saat ada kegiatan sosial, BRI juga hadir dan bisa berkontribusi langsung bagi masyarakat," ujar Agung.

Lebih lanjut, Agung juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim medis RS Soeradji Tirtonegoro atas dukungan luar biasa yang diberikan.

"Kami juga mengimbau para orang tua, jika pasca-khitan nanti ada keluhan, meski kita berharap semua aman. Silakan langsung dibawa ke RS Soeradji Tirtonegoro untuk penanganan medis lebih lanjut secara gratis," imbuhnya.

Pihak RS Soeradji Tirtonegoro menyambut baik sinergi sektor perbankan dan kesehatan ini. Direktur Perencanaan, Keuangan dan Layanan Operasional RS Soeradji Tirtonegoro Yulis Quarti menjelaskan bahwa pihaknya menerjunkan hingga 7 tim medis sekaligus demi mempercepat proses khitan.

"Dengan adanya 7 tim ini, proses khitan bisa dilakukan lebih cepat sehingga anak-anak tidak perlu mengantre lama yang bisa memicu rasa khawatir atau stres. Ini juga menjadi edukasi yang baik bahwa pemeriksaan kesehatan bukanlah hal yang menakutkan," jelas Yulis.

Menurut Yulis, kegiatan ini berdampak sangat positif dalam membantu pemenuhan layanan kesehatan dasar. Termasuk meningkatkan kualitas hidup sehat bagi generasi muda di Kota Bersinar.

Baca Juga: Mantan Pedagang Keliling di Klaten Sukses Miliki Toko Tingkat dan Investasi Tanah Lewat Agen BRILink

Perwakilan YBM BRILiaN Isna Irawan menegaskan bahwa khitanan massal merupakan salah satu program rutin tahunan yang dilaksanakan karena manfaatnya yang bersifat jangka panjang.

"Khitan ini adalah amal jariyah sepanjang hidup. Banyak masyarakat di sekitar kita yang membutuhkan, bahkan untuk biaya khitan saja mereka kesulitan. Oleh karena itu, dana zakat dari pekerja BRI kami salurkan secara selektif kepada anak-anak yatim atau fakir miskin yang benar-benar layak menerima bantuan," ungkap Isna.

Isna menambahkan, tingginya permintaan dari wilayah Klaten membuat program ini selalu dinanti. Tidak menutup kemungkinan, ke depan kuota akan ditambah atau intensitasnya ditingkatkan menjadi dua kali setahun, termasuk saat momentum Hari Ulang Tahun (HUT) BRI di bulan Desember.

Baca Juga: Catat Perputaran Uang Rp1,13 Triliun, Agen BRILink di Klaten Sumbang FBI Rp1,9 Miliar

Sementara itu, rasa syukur dan bahagia terpancar dari para orang tua peserta. Salah satunya adalah Udin, 45, warga Kebonarum, Klaten, yang mengantarkan putranya, Nahid, 10, siswa yang bersiap naik ke kelas 5 SD.

Menurut Udin, program khitanan massal gratis tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya, terutama di tengah masa libur sekolah.

"Pelayanannya bagus sekali. Kalau khitan sendiri di kampung, paling murah itu sekitar Rp 1,5 juta-Rp 2 juta. Jadi program ini sangat menghemat biaya kami," kata Udin penuh syukur.

Selain mendapatkan fasilitas khitan gratis dengan penanganan medis yang profesional, setiap anak yang menjadi peserta juga pulang dengan senyum lebar karena mendapatkan bingkisan menarik berupa tas, baju koko, sarung, peci dan uang santunan.

"Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan setiap tahunnya karena sangat membantu masyarakat kecil," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bri klaten #khitanan massal #aksi sosial #ybm brilian #RS Soeradji Tirtonegoro Klaten