RADARSOLO.COM – Di balik ramainya destinasi wisata Klaten, terdapat Pohon Ketos yang hingga kini masih dikenal karena mitosnya.
Pohon Ketos di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, masih menjadi salah satu lokasi yang lekat dengan berbagai mitos meski sudah lama tidak menjadi perbincangan.
Pohon yang diperkirakan berusia sekitar 700 tahun itu hingga kini masih dipercaya sebagian masyarakat sebagai tempat yang memiliki nilai sakral dan menyimpan cerita turun-temurun.
Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Jauhi Zona Bahaya
Pohon berdiameter sekitar tiga meter dengan tinggi kurang lebih tujuh meter tersebut berada di dalam area berpagar tembok.
Dahulu, masyarakat yang hendak memasuki kawasan itu dianjurkan meminta izin kepada juru kunci sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat yang dianggap keramat.
Cerita mengenai Pohon Ketos telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: 7 Bahasa Gaul Viral Gen Alpha yang Bikin Generasi Lain Bingung
Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, pohon itu diyakini sebagai jelmaan Eyang Bondho atau Eyang Bhando, sosok yang disebut masih memiliki garis keturunan kerajaan. Kepercayaan tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai kisah yang terus diceritakan hingga sekarang.
Sebagian masyarakat meyakini Pohon Ketos dapat membawa berkah bagi orang yang datang berziarah.
Pengunjung pun disebut tidak hanya berasal dari Klaten, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Di sisi lain, beredar pula cerita yang mengaitkan lokasi tersebut dengan ritual pesugihan serta keberadaan kerajaan tuyul. Warga sekitar juga kerap menuturkan kisah penampakan anak-anak yang diduga muncul di sekitar kawasan pohon.
Selain cerita-cerita tersebut, Pohon Ketos juga dikenal karena keunikannya.
Masyarakat percaya pohon itu tidak pernah bertambah tinggi secara signifikan, tidak dapat diperbanyak melalui cara mencangkok maupun pembibitan, serta tetap tumbuh tanpa perawatan seperti pohon pada umumnya.
Kepercayaan inilah yang semakin menguatkan citra Pohon Ketos sebagai salah satu lokasi yang dianggap keramat di Klaten.
Terlepas dari berbagai mitos yang berkembang, Pohon Ketos hingga kini masih berdiri dan menjadi bagian dari cerita rakyat masyarakat Klaten.
Kisah mengenai pohon tua itu menunjukkan bahwa tradisi lisan dan kepercayaan lokal masih bertahan di tengah kehidupan masyarakat modern, sekaligus menjadi salah satu warisan budaya yang terus dikenang dari generasi ke generasi.
Editor : Kabun Triyatno