RADARSOLO.COM-Pariwisata di Kabupaten Klaten kian bergeliat dengan bertambahnya destinasi baru.
Pada Selasa (7/7/2026), Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meresmikan Pony Park.
Sebuah taman wisata edukatif dan interaktif yang mengusung konsep mini zoo.
Kehadiran objek wisata baru ini disebut menjadi kado terindah menyambut Hari Jadi ke-222 Klaten yang diperingati pada 28 Juli mendatang.
Baca Juga: BPC PHRI Surakarta Perkuat Sinergi Industri Pariwisata melalui Silaturahmi dan Pertemuan Rutin
Kehadiran mini zoo menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat Klaten yang mendambakan ruang rekreasi keluarga bertema satwa yang representatif.
Saat ini, sektor pariwisata Klaten tengah menunjukkan tren positif dengan berhasil menduduki peringkat ke-2 dalam tingkat kunjungan wisatawan se-Provinsi Jawa Tengah.
Setelah tahun lalu berhasil menembus angka kunjungan hingga 7,5 juta wisatawan.
Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menyampaikan rasa optimisme yang tinggi bahwa Pony Park akan langsung diserbu masyarakat.
Terlebih, letaknya sangat strategis di kawasan pusat kota Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah.
Baca Juga: UMKM di Sragen Semringah Harga Telur Ayam Anjlok, tapi Tetap Simpati ke Peternak
Lokasinya juga tidak jauh dari kawasan wisata Rowo Jombor.
Harapannya ke depan akan terus diintegrasikan menjadi satu paket wisata terpadu.
"Klaten memiliki lokasi yang sangat strategis karena diapit Jogja dan Solo. Punya tiga akses tol, dikelilingi empat bandara serta memiliki lima stasiun KRL. Pangsa pasar Pony Park tidak boleh hanya Klaten, tapi harus nasional," ujar Hamenang.
Meski begitu, Bupati mengingatkan pihak manajemen akan pentingnya konsistensi pelayanan pasca-pembukaan.
"Meramaikan tempat di era digital itu mudah, tinggal pakai ads di media sosial pasti ramai. Namun, PR besarnya adalah menjaga kualitas SDM, pelayanan dan kebersihan kandang agar pengunjung tidak kecewa dan mau datang kembali membawa keluarga atau koleganya," pesan Bupati.
Baca Juga: PKL Taman Pancasila Jadi Pilot Project E-Retribusi di Karanganyar
Pengelola Pony Park Dipta Sulistyanto menjelaskan, tempat wisata dengan luas lahan lebih dari 1,5 hektar ini awalnya merupakan area kandang kuda.
Bersama saudaranya, ia kemudian mengembangkan area tersebut menjadi destinasi wisata yang berdampak luas bagi masyarakat luas.
Termasuk menggandeng UMKM lokal Klaten di area food court.
Pony Park sendiri mengoleksi kurang lebih 80 ekor satwa yang hampir semuanya telah dilatih agar bisa bersentuhan langsung dengan manusia.
"Pony Park dibangun sebagai wisata ramah keluarga dengan konsep mini zoo. Yang membedakan kami dengan yang lain adalah keunggulan pada interaksi langsung. Pengunjung bisa menyentuh, berfoto, hingga memberi makan satwa-satwa jinak secara dekat," jelas Dipta.
Sesuai namanya, ikon atau satwa unggulan di tempat ini adalah kuda poni.
Selain itu, terdapat satwa yang sedang populer seperti kapibara, binturung, rakun, aneka burung di area aviary, hingga kolam akuatik baby shark.
Pony Park juga telah mengantongi izin peraga resmi dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) demi menjamin kesehatan dan legalitas satwa.
Sejak masa soft opening pada 28 Juni lalu, tercatat sudah ada lebih dari 15.000 pengunjung yang datang ke mini zoo tersebut.
Pada musim liburan ini saja, kunjungan harian berkisar antara 1.500 hingga 3.500 orang per hari yang didominasi warga seputaran Solo, Klaten, dan Yogyakarta. Untuk harga tiket pada weekday sebesar Rp 35 ribu per orang. Sedangkan pada weekend Rp 45 ribu per orang. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono