Aktivitas Erupsi Meningkat, Warga Lereng Merapi Klaten Waspadai Potensi Karhutla

Angga Purenda • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:20 WIB
Kebakaran ladang seluas satu hektare di, Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang pada Senin (14/9/2026). (Dokumentasi Kodim 0723/Klaten)
Kebakaran ladang seluas satu hektare di, Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang pada Senin (14/9/2026). (Dokumentasi Kodim 0723/Klaten)

RADARSOLO.COM-Peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang diiringi lontaran batu dan lava pijar berpotensi memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng gunung. Salah satunya di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten sendiri.

Material pijar yang meluncur ke area vegetasi kering dilaporkan sempat membakar rumput dan semak-semak di wilayah hulu.

Seperti kebakaran vegetasi yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Harga Mitsubishi Xpander 2018 Bekas Terbaru September 2026, Selisih Tipe Exceed dan Ultimate Ternyata Segini

Sekretaris Desa (Sekdes) Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir guguran lava pijar sempat melompat ke area vegetasi dan memicu titik api di kawasan hulu.

"Beberapa hari ini terjadi kebakaran di atas. Untuk yang arah ke barat, di hulu Kalikuning (Sleman) yang berbatasan dengan Klaten. Lontaran batu pijar dan lava pijar melompat ke vegetasi lalu membakar rumput-rumput kering," ujar Jainu, Selasa (15/9/2026).

Menurut Jainu, meski guguran material ke arah Tenggara (Kabupaten Klaten) atau selatan saat ini masih relatif aman. Terlebih lagi belum berdampak abu vulkanik di pemukiman,

Meski begitu, intensitas muntahan lava dari Gunung Merapi yang semakin sering meningkatkan risiko karhutla di kawasan lereng bawah.

"Kalau intensitasnya semakin tinggi dan muntahan lavanya makin sering, otomatis potensi kebakarannya juga semakin tinggi. Kita berdoa saja segera turun hujan. Kalau vegetasi sudah basah, lelehan lava yang keluar jalur tidak akan membakar rumput lagi,” ujar Jainu.

Lebih lanjut, Jainu mengungkapkan, jika posisinya saat ini bersama warga lereng Merapi lainnya memang harus siaga dan mewaspadai karhutla. Ditambah saat ini musim kemarau dengan cuaca yang cukup terik di siang hari.

Baca Juga: Hasil dan Jadwal Pekan Kedua Liga 2 Grup A: PSIS Semarang, Semen Padang, dan Persiku Kudus Dapat Lawan Berat

Ancaman karhutla di wilayah Kemalang kian nyata menyusul insiden kebakaran ladang seluas satu hektare di, Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang pada Senin (14/9/2026) sekira pukul 15.15.

Kebakaran tersebut dipicu oleh cuaca panas terik musim kemarau yang membuat rimbun semak, alang-alang, serta pohon bambu tidak produktif menjadi mudah terbakar.

Saksi mata warga setempat pertama kali melihat kepulan asap dan kobaran api yang dengan cepat merambat mendekati permukiman warga.

Informasi tersebut segera diteruskan ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klaten, Pemdes Kendalsari, Babinsa dan Polsek Kemalang.

Baca Juga: Pabrik Mebel Milik Jokowi di Sragen Terbakar, Dipicu Pipa Oli Bocor

Tim gabungan dari Damkar, TNI, Polri, dan relawan setempat berjibaku memadamkan api sebelum menjangkau pemukiman. Kobaran api berhasil dikondisikan total sekira pukul 17.00.

Babinsa Desa Kendalsari Koramil 13/Kemalang Kodim 0723/Klaten, Pelda Basuki, membenarkan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar satu hektare.

"Alhamdulillah, kebakaran berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa, meskipun lokasinya cukup dekat dengan permukiman. Luas lahan dan semak yang terbakar kurang lebih satu hektare," jelas Basuki.

Ia mengingatkan bahwa kondisi vegetasi yang sangat kering akibat kemarau panjang membuat gesekan atau percikan api sekecil apa pun sangat berbahaya.

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang memicu timbulnya api di area terbuka.

Baca Juga: Belum Beroperasi, Atap SPPG di Gantiwarno Klaten Malah Diterjang Angin hingga Terbang ke Persawahan

"Kami minta warga segera melapor jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun agar bisa ditangani sedini mungkin. Sinergi antara TNI, Polri, Damkar, relawan, dan warga sangat penting untuk menekan potensi karhutla di wilayah lereng Merapi ini," pungkasnya. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
lereng merepi potensi karhutla kebakaran lahan erupsi