RADARSOLO.COM - Belasan armada ambulans dan puluhan kru maupun relawan mendatangi SPBU 44.574.38 di Jalan Pedan-Karangdowo, Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten, Sabtu (19/9/2026) sore.
Kedatangan mereka untuk melakukan klarifikasi atas dugaan penolakan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite terhadap salah satu unit ambulans yang sedang membawa pasien darurat di hari yang sama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, kejadian bermula saat armada ambulans tengah melaju membawa pasien emergency menuju Solo.
Baca Juga: Debit Air Pamsimas Menurun, 500 Warga Tugurejo Klaten Terpaksa Digilir Air Tiga Hari Sekali
Kemudian pengemudi mengisi BBM di SPBU Troketon.
Namun, operator SPBU memberi tahu bahwa stok Pertalite telah habis. Sementara itu, kendaraan non-ambulans terlihat masih mendapat pelayanan pengisian.
Ketua Sedulur Ambulans Klaten M. Husni Thamrin menjelaskan, kedatangan armada ambulans pada Sabtu (19/9/2026) tersebut bertujuan meminta penjelasan resmi dari pihak manajemen SPBU.
"Kedatangan kami hanya untuk konfirmasi. Anggota kami sedang membawa pasien emergency ke Solo, lalu masuk ke sini (SPBU) tetapi diberi alasan Pertalite habis. Kami hanya ingin meminta penjelasan dan memohon agar ambulans, di manapun, diberikan kelancaran saat mengisi BBM," ujar Husni, Sabtu (19/9/2026).
Husni menegaskan, ambulans memiliki kepentingan mendesak untuk keselamatan pasien, sehingga prioritas pelayanan sangat dibutuhkan.
"Hasil mediasi disepakati, ke depan armada ambulans akan diberikan prioritas selama stok memang masih tersedia. Kecuali kalau kondisinya memang benar-benar zero atau kosong," tambahnya.
Baca Juga: Kejar Target 3.000 Pelanggan Baru, PDAM Sragen Pangkas Biaya Pasang Jadi Rp850 Ribu
Sementara itu, Supervisor SPBU Troketon Aisyah Nur Khasanah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia meluruskan bahwa insiden tersebut murni merupakan kesalahpahaman di lapangan akibat adanya kendala teknis pada mesin pompa Pertalite jalur mobil.
"Sebenarnya itu hanya kesalahpahaman. Tangki dan mesin pompa untuk jalur mobil sedang mengalami trouble dan dalam pemeliharaan," jelasnya.
"Operator di depan memberitahukan habis karena mesin pompa mobil tidak bisa digunakan. Saat saya hendak menjelaskan, pengemudi ambulans sudah terburu-buru karena membawa pasien," lanjut Aisyah.
Baca Juga: Diduga Dipicu Cekcok Rumah Tangga, Pria di Banyudono Boyolali Nehat Menceburkan Diri ke Sumur
Aisyah juga memohon maaf atas keterlambatan respons pihak manajemen saat pengemudi mencoba melapor.
Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi internal agar pelayanan di tingkat operator lebih sigap.
"Kami dari manajemen memohon maaf dan akan melakukan evaluasi serta briefing lebih ketat kepada para operator di lapangan. Karena mereka yang berhadapan langsung dengan konsumen," jelasnya.
Kapolsek Pedan AKP Nyoto yang turun langsung mendampingi proses mediasi mengatakan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai.
"Kejadian ini murni miskomunikasi antara rekan-rekan driver ambulans dengan operator SPBU Troketon. Kami langsung ke lapangan untuk memediasi kedua belah pihak dan situasi saat ini sudah kondusif serta selesai secara baik-baik," ungkap Nyoto. (ren)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com