RADARSOLO.COM - Kabupaten Klaten juga terkenal dengan kuliner unik soto garingan atau soto tanpa kuah.
Dari sekian banyak tempat makan yang menyediakan, soto garing Bu Wiro cukup legendaris karena ada sejak 1973.
Soto Ayam Kampung Bu Wiro berlokasi di Jalan Rajawali, Tegal Kepatihan, Kelurahan Bareng, Klaten Tengah. Salah satu menunya adalah soto garingan.
Soto garingan ini juga disebut dengan soto kering (Toring) yang disajikan pada piring. Memiliki komposisi seperti nasi, mi soun, toge, kubis, suwiran ayam kampung, bawang goreng dan seledri.
Kemudian di atasnya ditambahi dengan kecap atau sambal dan tanpa kuah sama sekali.
“Menu soto garingan di warung kami sudah ada sejak lama. Kami hanya mengikuti permintaan pelanggan. Hingga akhirnya terus menjadi salah satu menu sampai saat ini, katanya malah enak tanpa kuah,” ujar Muhammad Rizky Wijaya, 25, salah satu pengelola Warung Soto Ayam Kampung Bu Wiro saat ditemui Radarsolo.com beberapa waktu lalu.
Rizky mengungkapkan, kehadiran menu soto garingan itu justru menjadi favorit pelanggannya, terutama para pekerja.
Biasanya memilih dibungkus untuk dibawa pulang karena hendak dinikmati di rumah.
Pelanggannya pun tak hanya dari Klaten, tetapi dari sejumlah kota sekitar seperti Jogja, Solo, Boyolali hingga Bandung.
Mereka penasaran dengan Soto Garingan. Mengingat menu soto tanpa kuah jarang ditemui di luar Klaten.
“Selain tanpa kuah, yang menjadi pembeda dengan soto lainnya yakni penggunaan kecap. Bahkan kecap beda merk sudah berbeda cita rasanya. Untuk kecap yang kami gunakan merupakan kecal lokal dari Klaten,” ujar Rizky.
Baca Juga: Sejumlah ASN Pemkab Karanganyar Curangi Presensi Online, Modusnya Beragam: Ada yang Gunakan Fake GPS
Diakui Rizky, kunci utama dari nikmatnya soto garingan yakni penggunaan kecap sebagai pemberi cita rasa utama. Mengingat tidak ada kuah sama sekali.
Bahkan Warung Soto Ayam Kampung Bu Wiro sempat beberapa kali berganti kecap sebelum akhirnya berlabuh gunakan kecap lokal asal Klaten.
Dia mengungkapkan, dalam sehari, paling ramai, bisa melayani sampai 70 porsi soto garingan yang dibungkus untuk dibawa pulang.
Ada pun seporsi soto garingan dibanderol dengan harga Rp 8 ribu.
Untuk menikmati soto garingan bisa ditemani dengan aneka lauk-pauk seperti gorengan tempe, tahu, bakwan dan bergedel.
Begitu juga sate telur puyuh dan sate usus sesuai selera masing-masing.
“Jadi setiap ada pelanggan yang membeli soto garingan, selalu saya tawari apakah sekalian tambah gorengan atau tidak,” tambah Rizky.
Rizky pun bangga dengan soto garingan yang mulai dikenal secara luas dan banyak peminatnya.
Menurutnya, keberadaan menu tersebut menjadikan pelanggan bisa memilih soto dengan sajian yang lebih bervariasi.
Salah satunya soto garingan tanpa kuah dengan cita rasa gurih dan manis ini. (ren/adi)
Editor : Adi Pras