Karena jambulnya itu, ayam polandia menjadi julukan ayam mahkota. “Ras ayam hias dari Eropa sudah banyak dikembangbiakkan di berbagai negara. Jambulnya tidak hanya mirip mahkota, tapi juga membuat ayam terlihat garang,” ungkap Ari Suwardi, peternak ayam hias asal Mojosongo ini.
Ayam berjambul memiliki dua varian. Untuk versi normal, bulu jabrik berada di bagian kepala, sedangkan versi lainnya berbulu walik (terbalik) di seluruh bagian tubuhnya. Mana yang lebih indah? Tergantung selera.
"Untuk ternakan lokal versi walik memang lebih mahal dibandingkan yang biasa. Anakan ayam polandia versi normal per ekor dibanderol Rp 100 ribu, yang walik bisa Rp 150 ribu per ekor. Ayam polandia ukuran dewasa bisa sampai Rp 500 ribu per ekor, yang walik Rp 700 ribu per ekor," beber Ari.
Perbedaan warna bulu tidak membedakan harga jual ayam polandia. Hanya saja, ayam dengan tiga warna paling diminati. Ari yang sudah satu dekade beternak ayam polandia membagikan tips perawatan agar bulu-bulunya tetap bersih dan sehat.
Yang paling utama menjaga kebersihan kandang. Kandang yang bersih membuat bulu-bulu dan kondisi ayam berjambul selalu sehat.
"Air minum di kandang jangan terlalu banyak. Karena bulunya yang lebat, waktu minum biasanya sering basah. Bulu yang sering basah dapat membuat ayam mudah pilek,” ujarnya.
Perawatan lainnya adalah rutin mengecek kebersihan bulu. Ketika ada kotoran menempel, segera bersihkan menggunakan kain agak basah. Tahap selanjutnya keringkan bulu ayam.
"Usahakan sebulan sekali memandaikan ayam polandia. Air mandi dicampur antiseptik dan obat antikutu. Setelah itu ayam dijemur,” ucapnya.
Terkait pakat, ayam polandia bisa menggunakan pakan ayam pada umumnya. Bisa ditambah jagung, beras merah, dan jangkrik untuk menjaga stamina di musim pancaroba.
“Waktu bulu rontok, jangan khawatir. Karena itu siklus normal. Di musim pancaroba harus rutin jemur dan beri vitamin," pungkasnya. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram