Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Menyelami Jejak Rusini, Maestro Tari Asal Solo: Dokumenter yang Menggali Keberlanjutan Seni Tradisional Jawa

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 6 Juni 2025 | 21:33 WIB
Pembuatan dokumenter, Rusini, maestro tari asal Solo oleh mahasiswa FSRD ISI Surakarta.
Pembuatan dokumenter, Rusini, maestro tari asal Solo oleh mahasiswa FSRD ISI Surakarta.

RADARSOLO.COM-Kota Solo menegaskan posisinya sebagai pusat seni dan budaya Jawa.

Dari kota ini lahir banyak maestro di bidang seni.

Salah satunya Rusini. Maestro tari yang telah mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan seni tradisional.

Kisah Rusini ini menjadi titik berangkat pembuatan film dokumenter mahasiswa Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Terdiri dari Zahrah Muthia Nafisah Fara Amatullah, Kenar Abhinaya Janitra, dan Decanio Yustisia,

Mereka menyelesaikan tugas akhir program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Jawa Pos Radar Solo.

"Kami ingin menggambarkan bagaimana Ibu Rusini tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga berinovasi dalam menyampaikan nilai-nilai budaya melalui media yang berbeda," ujar Zahrah Muthia, produser film dokumenter.

Proses produksi dokumenter ini melibatkan berbagai tahapan. Mulai dari riset, wawancara mendalam, hingga pengambilan gambar di lokasi-lokasi bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan seni Rusini.

Melalui pendekatan ini, tim berharap dapat menyajikan narasi yang autentik dan menyentuh hati penonton.

Melalui pendekatan yang kolaboratif dan riset mendalam, tim ini mencoba menggali sisi terdalam dari sosok Rusini.

Bukan hanya sebagai penari, tetapi sebagai perempuan, seniman, dan penjaga budaya.

Dokumenter ini menjadi ruang di mana suara Rusini bisa didengar lebih luas, terutama oleh generasi muda yang mulai berjarak dengan seni tradisional.

Baca Juga: ISI Surakarta dan Hanyang University Korea Selatan Berkolaborasi: Sanjo Gayageum, Arirang, dan Samulnori Pukau Penonton 

“Banyak generasi sekarang mengenal tari Jawa hanya sebatas gerakan indah. Tapi lewat dokumenter ini, kami ingin menyampaikan bahwa setiap gerakan Ibu Rusini mengandung filosofi dan sejarah yang dalam,” ungkap Kenar Abhinaya Janitra, penulis naskah dokumenter.

Decanio Yustisia, sinematografer dalam film dokumenter menambahkan, dokumenter ini bukan hanya untuk mengarsipkan, tapi juga menghidupkan kembali apresiasi terhadap seni tradisi.

Meskipun tidak muda lagi, Rusini tetap luwes saat menari.
Meskipun tidak muda lagi, Rusini tetap luwes saat menari.

“Kami percaya bahwa film bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dokumenter ini adalah bentuk cinta kami terhadap budaya dan terhadap sosok-sosok yang menjaga nyalanya tetap menyala,” bebernya.

Dalam dokumenter ini, penonton akan diajak menyelami sisi-sisi personal Rusini.

Mulai dari kenangan masa kecilnya, pelajaran-pelajaran hidup yang didapat, hingga perjuangannya setelah ditinggal suaminya.

Karya dokumenter ini diharapkan tidak hanya menjadi arsip visual tentang Rusini.

tetapi juga sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai seni tradisional Indonesia. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#rusini #Maestro Tari #solo #isi surakarta #Dokumenter #FSRD