Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Motif Vintage Kembali Tren, Sentuhan Klasik yang Digemari Anak Muda

Anmer Jilvandis • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:20 WIB

 

Tren fashion motif vintage, (Pinterest)
Tren fashion motif vintage, (Pinterest)

 

RADARSOLO.COM – Tren fashion selalu mengalami perputaran. Gaya yang pernah populer pada masa lalu kerap kembali hadir dengan tampilan yang lebih modern, termasuk penggunaan motif-motif vintage.

Belakangan ini, berbagai motif klasik kembali menghiasi dari berbagai brand fashion, bahkan banyak juga ditemukan di toko thrift.

Tak heran jika anak muda mulai mengadopsi motif-motif tersebut sebagai bagian dari gaya berpakaian sehari-hari.

Dikutip dari Katherine Sorrell dalam bukunya The Vintage Modern Home, gaya vintage merupakan gaya yang mengangkat unsur-unsur dari masa lalu, tetapi tetap dapat dipadukan dengan desain atau gaya modern.

Baca Juga: Kenapa Nama Sendiri Terasa Aneh Jika Diucapkan Berkali-kali? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Meski identik dengan nuansa klasik, vintage tidak pernah benar-benar hilang karena mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dalam dunia fashion, konsep tersebut terlihat dari kembalinya berbagai motif lawas yang dikombinasikan dengan model pakaian masa kini.

Motif vintage memiliki daya tarik tersendiri karena mampu memberikan kesan klasik, unik, sekaligus tetap relevan dengan tren masa kini.

Baca Juga: Tujuh Emoji Populer yang Jadi Bahasa Rahasia Gen Z

Dipadukan dengan potongan pakaian modern, motif-motif ini dapat menciptakan penampilan yang sederhana, tetapi tetap menarik.

Beberapa motif vintage yang kini kembali populer di antaranya sebagai berikut.

Polkadot

Motif bulat-bulat ini menjadi salah satu ciri khas fashion era 1950-an hingga 1960-an. Kini, polkadot kembali hadir pada dress, blus, rok, hingga aksesori. Motif ini memberikan kesan feminin, ceria, dan mudah dipadukan dengan pakaian berwarna polos.

Floral

Motif floral, khususnya bunga-bunga berukuran kecil (ditsy floral), kembali banyak digunakan pada dress, kemeja, maupun rok. Motif ini memberikan nuansa klasik yang lembut dan sering dipilih untuk menciptakan tampilan yang manis.

Baca Juga: Empat SDN Tanpa Murid Baru di Karanganyar Tiadakan MPLS

Tartan

Motif kotak-kotak menjadi salah satu motif vintage yang tidak pernah benar-benar hilang dari dunia fashion. Kini, tartan kembali populer pada blazer, rok, celana, hingga kemeja. Motif ini memberikan kesan klasik sekaligus kasual.

Gingham
Sekilas mirip dengan motif kotak-kotak, gingham memiliki pola kotak yang lebih kecil dan teratur. Motif ini banyak dijumpai pada kemeja, dress, maupun rok karena mampu menghadirkan tampilan yang sederhana, bersih, dan timeless.

Stripes
Motif garis vertikal maupun horizontal kembali menjadi pilihan banyak orang karena mudah dipadukan dengan berbagai jenis pakaian. Selain memberikan kesan klasik, stripes juga dikenal sebagai motif yang fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan.

Baca Juga: Menikmati Gurih-Manis Opor Bebek Pincuk Khas Kranggan Klaten, Kuliner Tradisional yang Bikin Nagih

Houndstooth
Motif hitam putih dengan pola bergerigi ini identik dengan gaya elegan. Dahulu banyak digunakan pada blazer dan mantel, kini houndstooth kembali hadir pada berbagai koleksi fashion modern, mulai dari rok hingga outer.

Kembalinya motif-motif vintage tidak terlepas dari pengaruh media sosial. Berbagai inspirasi gaya berpakaian yang dibagikan melalui media social membuat semakin banyak anak muda tertarik mencoba tampilan bergaya retro.

Selain mengikuti tren, banyak orang memilih motif vintage karena dianggap memiliki karakter yang kuat dan tidak mudah lekang oleh waktu.

Editor : Adi Pras
#motif lawas #fashion #klasik #tren #vintage