RADARSOLO.COM – Setiap 1 Agustus, media sosial diramaikan dengan ucapan National Girlfriend Day. Banyak orang memanfaatkannya untuk mengunggah foto bersama pasangan atau sahabat perempuan sebagai bentuk apresiasi kepada orang-orang terdekat.
Di balik momen tersebut, ada satu kata dalam bahasa Indonesia yang terasa sangat dekat dengan tema kasih sayang, yaitu sayang. Menariknya, kata ini memiliki dua makna yang sekilas bertolak belakang, tetapi justru saling berkaitan.
Baca Juga: Kamu Pemalu? Ekspresikan Saja Melalui Emoji
"Sayang" Bisa Berarti Kasih
Makna pertama tentu sudah sangat akrab. Kata sayang digunakan untuk menunjukkan rasa cinta, kasih, atau perhatian kepada seseorang.
Misalnya: "Aku sayang kamu," "Orang tua selalu menyayangi anaknya," "Sayang, hati-hati di jalan."
Dalam konteks ini, "sayang" menjadi ungkapan afeksi yang menunjukkan kedekatan emosional.
Baca Juga: "Feedback", "Insight", hingga "Mood", Mengapa Kata Inggris Lebih Melekat di Percakapan Gen Z?
"Sayang" Juga Bisa Berarti Penyesalan
Di sisi lain, kata yang sama juga digunakan untuk mengungkapkan rasa menyesal atau sesuatu yang disesalkan.
Contohnya: "Sayang sekali makanannya terbuang," "Sayang, acaranya batal," "Sayang banget kalau dilewatkan."
Di sini, "sayang" tidak lagi bermakna cinta kepada seseorang, melainkan menunjukkan adanya rasa kehilangan, penyesalan, atau sesuatu yang dianggap berharga.
Baca Juga: Mengapa Nama Hari dalam Bahasa Indonesia Banyak Berasal dari Bahasa Arab?
Dua Makna yang Sebenarnya Saling Terhubung
Meski tampak berbeda, kedua makna tersebut sebenarnya memiliki benang merah.
Kita merasa sayang kepada sesuatu karena menganggapnya berharga. Ketika sesuatu yang berharga itu hilang, rusak, atau tidak dapat dimanfaatkan, muncullah ungkapan "sayang sekali".
Dengan kata lain, rasa penyesalan sering muncul karena sebelumnya ada rasa memiliki, menghargai, atau mencintai.
Itulah sebabnya satu kata yang sama dapat mewakili dua emosi yang berbeda, tetapi saling berkaitan.
Bahasa Merekam Cara Kita Memandang Dunia
Dalam linguistik, satu kata yang memiliki lebih dari satu makna dikenal sebagai polisemi. Berbeda dengan kata yang kebetulan sama bunyinya tetapi tidak berhubungan, makna-makna dalam polisemi masih memiliki keterkaitan satu sama lain.
Kata sayang menjadi salah satu contoh yang menarik. Bahasa Indonesia menggunakan satu kata untuk menggambarkan rasa kasih sekaligus penyesalan, karena keduanya lahir dari hubungan emosional terhadap sesuatu yang dianggap bernilai.
Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa bahasa bukan sekadar kumpulan kosakata. Di dalamnya juga tersimpan cara masyarakat memaknai pengalaman hidup dan hubungan antarmanusia.
Jadi, ketika National Girlfriend Day dipenuhi ucapan "sayang" kepada orang-orang terdekat, mungkin kita juga diingatkan akan makna lain dari kata tersebut. Sebab, sering kali kita baru berkata "sayang sekali" ketika sesuatu atau seseorang yang kita cintai tidak lagi berada di dekat kita.
Editor : Kabun Triyatno