RADARSOLO.COM–Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang pesisir timur laut Taiwan, Sabtu (27/12/2025) pukul 23.05 waktu setempat.
Guncangan hebat ini dilaporkan terasa nyata hingga wilayah Taipei, New Taipei, dan Kabupaten Yilan, yang memicu kepanikan warga di tengah malam.
Administrasi Cuaca Pusat Taiwan mencatat pusat gempa berada di lepas pantai.
Meski pemerintah setempat menyatakan belum ada laporan kerusakan infrastruktur skala besar beberapa menit pascakejadian, sejumlah gangguan layanan publik mulai dilaporkan.
Dampak di Taiwan: Pemadaman Listrik dan Transportasi Lumpuh
Dikutip dari berbagai media internasional, dampak guncangan magnitudo 7,0 tersebut menyebabkan:
- Pemadaman Listrik: Melanda Kecamatan Nan’ao di Kabupaten Yilan akibat kerusakan jaringan lokal.
- Lumpuhnya Transportasi: Layanan Kaohsiung Rapid Transit dihentikan total sementara waktu. Sementara itu, seluruh rangkaian Taipei Metro diperintahkan beroperasi dengan kecepatan sangat rendah untuk pengecekan jalur.
- Warga Terjebak: Kepolisian Taipei menerima laporan adanya dua warga yang terperangkap akibat dampak guncangan, dan tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi.
- Pihak otoritas kini tengah mewaspadai potensi gempa susulan yang masih terus terjadi di sekitar episentrum.
Menanggapi peristiwa besar ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis analisis terkait potensi dampak terhadap wilayah Nusantara.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan, gempa di Taiwan memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik (oblique thrust fault).
"Berdasarkan pemodelan matematis, parameter energi yang dihasilkan tidak cukup kuat untuk memicu tsunami yang menjangkau perairan Nusantara," ujar Daryono dalam keterangan resminya, Minggu (28/12/2025).
"Masyarakat pesisir di Indonesia diimbau tetap tenang karena gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia," imbuhnya.
BMKG terus memantau aktivitas seismik di kawasan Cincin Api Pasifik melalui sistem InaTEWS guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah perairan Indonesia bagian utara. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono