Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Prajurit Batalyon Zeni Tempur Ambarawa Dianiaya Senior hingga Meninggal: Bermula saat Dikumpulkan Malam Hari

Syahaamah Fikria • Minggu, 3 Desember 2023 | 00:06 WIB
Ilustrasi penganiayaan. (JawaPos.com)
Ilustrasi penganiayaan. (JawaPos.com)

RADARSOLO.COM - Kasus penganiayaan oleh oknum senior terhadap yunior di lingkungan militer, kembali terjadi. Seorang prajurit Batalyon Zeni Tempur 4/ Tanpa Kawandya-Kodam IV/Diponegoro, Prada MZR, diduga dianiaya oleh dua seniornya hingga meninggal.

Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Pomdam IV/Diponegoro.

Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Kolonel Richard Harizon membenarkan peristiwa naas yang terjadi di markas Yonzipur 4/TK di Ambarawa, Semarang pada Kamis (30/11) tersebut.

"Perintah Pangdam IV/Diponegoro untuk segera diproses hukum," ujarnya, dilansir dari Antara.

Richard menyebut, dua prajurit senior yang diduga melakukan penganiayaan terhadap yunior itu, yakni Pratu W dan Pratu D.

Keduanya kini sudah diamankan di Pomdam Diponegoro.

Adapun kejadian itu bermula ketika  prajurit yunior di kesatuan tersebut dikumpulkan oleh para senior pada Kamis malam.

Diakui Richard, belum diketahui apa alasan para senoor mengumpulkan yuniornya di malam hari itu.

Untuk itu, saat ini proses pengusutan kasus itu masih terus dilakukan. Richard memastikan, kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal itu akan diusut tuntas.

Termasuk semua yang terlibat di dalamnya, bakal ditindak tegas.

Sementara itu, jenazah Prada MZR telah dipulangkan ke tempat asalnya di Demak. Untuk kemudian dimakamkan pihak keluarga. (antara/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Kodam IV/Diponegoro #prajurit #ambarawa #penganiayaan