RADARSOLO.COM - Desa Sumber merupakan salah satu daerah penghasil energi di Kabupaten Blora sisi selatan.
Secara administratif Desa Sumber ini masuk pada Kecamatan Kradenan. Desa ini memiliki luas 14,34 km2, terdapat 13 Dukuh di dalamnya.
Keragaman masyarakat muncul dengan berbagai aktivitas pekerjaan dan kebudayaan didalamnya.
Desa Sumber memiliki potensi pengembangan usaha masyarakat yang dapat dikelola dengan tepat, dan memberi dampak perubahan.
Pemerintah Desa Sumber memiliki BUMDes (Badan Usaha Desa) dengan nama BUMDes Sumber Sejahtera yang bergerak di bidang pengelolaan PAM, pasar, dan penyewaan jasa transport.
Keterlibatan jumlah warga dalam menjalankan usaha BUMDes masih sedikit, dan secara operasional kerja masih terbatas.
Ekonomi kreatif secara sederhana sudah tumbuh di Desa Blora. Masyarakat pernah memperoleh berbagai pelatihan keterampilan seperti membatik dan olahan pangan.
Permasalahan muncul ketika belum adanya pendampingan dan penglolaan usaha untuk mengaplikasikan keterampilan yang pernah dipelajari.
Potensi ekonomi kreatif lain adalah dengan adanya kelompok masyarakat Sedulur Sikep di Desa Sumber yang mewarnai kebudayaan di Kabupaten Blora.
Sedulur Sikep merupakan kelompok masyarakat yang menjalankan kehidupan sesuai prinsip hidup tokoh Samin Suro Sentiko yang berasal dari Kabupaten Blora.
Rumah Sedulur Sikep kerap dikunjungi oleh berbagai tamu dengan berbagai tujuan kegiatan.
Pemukiman Sedulur Sikep di Desa Sumber belum dikelola, berbeda dengan pemukiman Sedulur Sikep yang ada di desa lain seperti di Desa Klopoduwur dan Kecamatan Sambong yang sudah dikelola sebagai desa wisata.
Sedulur Sikep dikenal masyarakat umum dengan sebagai orang Samin, merupakan bagian dari Suku Jawa dan salah satu warisan budaya yang dimiliki Indonesia.
Masyarakat sebagai pewaris budaya tani yang tinggal mengelompok di suatu daerah di Indonesia.
Sedukur Sikep hidup mengelompok di suatu daerah dan berbeda dengan masyarakat umum.
Sedulur Sikep adalah sekelompok masyarakat yang mengikuti dan mempertahankan ajaran Samin Surosentiko yang muncul pada masa kolonial Belanda pada tahun 1890.
Secara umum mereka tidak berbeda dengan masyarakat Jawa pada umumnya dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Sedulur Sikep biasanya hidup secara komunal atau berkelompok dalam salah satu area tanah yang diwariskan dari orang tua mereka (Triyanto & Lathifah, 2018).
Aktivitas keseharian tidak terlepas dengan lingkungan alam dan pertanian, meliputi semua isi alam raya yang memberikan kehidupan meliputi tanah, air, tumbuh-tumbuhan, dan hewan.
Desa Sumber terdapat UKM (Usaha Kecil dan Menengah) yang memproduksi kain batik. Usaha batik dengan nama Batik Manggar, merupakan usaha rintisan sejak tahun 2011.
Permasalahan yang muncul pada Batik Manggar adalah lemahnya daya saing, jumlah produk batik yang dihasilkan, dan kurangnya perluasan pemasaran.
Peralatan produksi yang digunakan juga masih sederhana, sehingga diperlukan penambahan peralatan dan penataan area kerja untuk meningkatkan produktifitas.
Data penjualan UKM Batik Manggar pada tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut:
1. Tahun 2021 penjualan 145 potong batik tulis dan 370 potong batik cap dengan omset Rp65.000.000,
2. Tahun 2023 penjualan 200 potong batik tulis dan 264 potong batik cap dengan omset Rp75.000.000,
3. Tahun 2023 penjualan 246 potong batik tulis, 436 potong batik cap dan 20 batik ciprat dengan omset Rp120.000.000.
Mayoritas pembeli berasal dari dalam Kabupaten Blora. Diperlukan inovas desain motif produk batik agar mampu meraih pasar di luar Kabupaten Blora secara luas.
Pada tahun 2022-2023 Desa Sumber memperoleh pembangunan infrastruktur jalan, yang berdampak pada kemudahan akses transportasi untuk datang di desa tersebut.
Pada tahun sebelumnya, kondisi jalan rusak dan pengelolaan usaha serta potensi desa yang kurang maksimal.
Kunjungan tamu ke Desa Sumber untuk melakukan belanja produk UKM setempat dinilai rendah.
Kondisi yang sama terlihat pada pemukiman Sedulur Sikep, tamu yang datang mayoritas untuk melakukan penelitian.
Dampak kunjungan tamu dari luar belum dirasakan dari segi pendapatan ekonomi yang dihasilkan.
Diperlukan sinergi adanya pengelolaan dari Pemerintah Desa Sumber dengan menggerakan BUMDes Sumber Sejahtera untuk mengelola potensi keterampilan olahan pangan masyarakat, UKM Batik, dan kearifan masyarakat Sedulur Sikep Desa Sumber di Kabupaten Blora.
Metode-metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan melakukan tracking potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangan.
Dilakukan pemetaan potensi pada tiga bidang aktivitas dan kelompok masyarakat Desa Sumber, meliputi: olahan produk makanan, UKM Batik Manggar, dan kebudayaan masyarakat Sedulur Sikep (pola hidup, pemukiman, dan lahan garapan).
Diperlukanya pengintegrasian dari ketiga potensi ekonomi kreatif yang ada untuk dikemas dalam kegiatan wisata edukasi.
Wisata edukasi merupakan rintisan ke depan untuk Desa Sumber untuk dapat menjadi Desa Wisata dan dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan potensi ekonomi kreatif.
Selanjutnya dilakukan penataan kawasan pemukiman dan lahan garapan Sedulur Sikep, pembuatan modul Laku Sedulur Sikep, dan mengemasnya dalam aktivitas wisata edukasi.
Pengembangan BUMDes Sumber Sejahtera dilakukan untuk membuka peluang usaha bidang lain yang dapat melibatkan banyak warga setempat adalah bidang penjualan.
Dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dengan pelatihan pembuatan profil dan branding Desa Sumber, penjualan secara langsung dengan pembuatan showroom, pengelolaan sosial media, dan penjualan berbasis digital (website dan marketplace).
BUMDes Sumber Sejahtera dapat menjalankan fungsi publikasi untuk mendatangkan tamu dan meningkatkan penjualan produk UKM maupun jasa wisata edukasi.
Peningkatan daya saing produk batik dilakukan dengan inovasi desain motif batik dan peningkatan kualitas hasil produksi dengan pelatihan keterampilan membatik lebih lanjut.
Peningkatan jumlah produksi dilakukan dengan penambahan peralatan feeder sebagai alat penwarnaan batik serta penataan tempat produksi dengan penambahan bak pencucian permanen yang dapat menampung lebih banyak.
Perluasan pemasaran dilakukan dengan kerjasama UKM dengan BUMDes Sumber Sejahtera dan pemanfaatan penjualan berbasis digital, melalui sosial media maupun marketplace, dilengkapi dengan pelatihan packaging, agar produk yang dihasilkan dikemas lebih menarik dan dapat meningkatkan nilai jual.
Manfaat yang dicapai oleh perguruan tinggi adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, adalah pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra yang diimplementasikan pada:
1. Penciptaan olahan pangan berbasis potensi bahan pangan lokal, yang dikemas menjadi produk makanan oleh-oleh Desa Sumber dengan pemasaran meluas ke seluruh Kabupaten Blora.
2. Peningkatan daya saing produk UKM Batik Manggar dan peluasan pemasaran, serta peningkatan produktifitas UKM Batik Manggar akan berdampak pada peluang penambahan tenaga kerja dan pendapatan mitra.
3. Terciptanya modul edukasi Laku Sedulur Sikep dengan penulisan ajaran tokoh Samin Suro Sentiko agar mudah dikemas dalam bentuk wisata edukasi, dilengkapi dengan penataan kawasan pemukiman, dan lahan garapan agar menarik untuk dikunjungi,
4.Tebentuknya tim dan pelaksana program berkelanjutan dari BUMDes Sumber Sejahtera, sebagai pengelolaan ekonomi kreatif Desa Sumber dengan teknologi digital.
Perguruan tinggi dan mitra melaksanakan program MBKM yang diikuti oleh mahasiswa.
Tim dosen dalam pelaksanaan program dapat melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi kepakaran dan menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Program yang dilaksanakan dengan pihak Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DINDAGKOPUKM) Kabupaten Blora adalah kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat Desa Sumber di Kabupaten Blora.
Target luaran yang akan dihasilkan sebagai penyelesaian permasalahan adalah:
1. Inovasi desain motif batik baru, peningkatan kualitas dan penambahan peralatan untuk peningkatan jumlah produk yang dihasilkan.
2. Pemetaan dan penataan kawasan pemukiman Sedulur Sikep untuk dikemas sebagai rintisan wisata edukasi.
3. Video profil, website dan sosial media BUMDes Sumber Sejahtera yang menampilkan branding ekonomi kreatif Desa Sumber.
4. Paket wisata edukasi Laku Sedulur Sikep dan Belajar Membatik.
5. Peningkatan kunjungan berbagai media sosial dan kunjungan langsung pada pemukiman Sedulur Sikep untuk meningkatkan transaksi penjualan produk dan jasa.
Tim pelaksana dari Universitas Sebelas Maret yakni: Dr. Djuminah, M.Si, Ak. C.A., Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., CA., Prof. Dr. Marwanti, M.Pd., Dr. Sri Hartoko, M.Si, Ak. C.A. , Dr. Rita Noviani, S.Si., M.Sc., M. Rudianto, S.Sn., M.Sn., Drs. Agus Budiatmanto, M.Si, Ak. C.A.,
Kemudian Siti Nurlaela, SE, MSi, Ak, CA, (mahasiswa S3), Afrik Grafita Setiawan dan Ardiansyah Mega Sejati (mahasiswa S2 Seni Rupa), dan 20 Mahasiswa S1.
Tim pelaksana dari Universitas Primagraha yakni Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati, M.M. dan dari praktisi yakni Dr. Sarah Rum Handayani Pinta, M.Hum.
Pada gambar tersebut merupakan aktivitas produksi Kelompok Batik Manggar. Kelompok Batik terdiri dari 8 anggota yang terlibat dalam berbagai kegiatan produksi batik.
Bagian pekerjaan membatik pada Kelompok Batik Manggar adalah menjiplak motif dengan pensil pada kain dan menyanting untuk produksi batik tulis, proses pengecapan untuk batik cap, proses pewarnaan, pelorodan dan pencucian.
Proses ini dikerjakan secara tradisional dengan peralatan sederhana. Pemilik usaha Batik Manggar adalah Jarwati, yang melakukan komunikasi dan kerjasama dengan Tim Pengusul.
Pemerintah Desa Sumber memiliki BUMDes (Badan Usaha Desa) dengan nama BUMDes Sumber Sejahtera yang bergerak di bidang pengelolaan PAM, pasar, dan penyewaan jasa trasnport. Ketua BUMDes Sumber Sejahtera adalah Lasdi.
Masyarakat Sedulur Sikep memiliki tatanan kehidupan dan kegiatan adat untuk saling bertemu, seperti pertemuan Sedulur Sikep dalam hajat pernikahan dan berbagai kegiatan lain.
Pada suatu waktu yang sudah ditentukan, Sedulur Sikep dapat berkumpul dan bertemu di satu tempat dan bergantian.
Pakaian adat yang dipakai oleh Sedulur Sikep perempuan berupa atasan kutubaru dan bawahan jarik, serta laki-laki mengenakan atasan dan bawahan hitam dengan memakai udeng sebagai penutup kepala.
Pakaian yang digunakan merupakan pakaian orang Jawa yang banyak dipakai oleh masyarakat Jawa pada umumnya.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan bentuk pelatihan dan pendampingan kepada anggota BUMDes Sumber Sejahtera ini bertujuan untuk mengelola program berkelanjutan.
Pengelolaan ekonomi kreatif dengan melibatkan BUMDes bertujuan agar program dapat dikembangkan dalam bidang atau produk ekonomi kreatif lain yang ada di Desa Sumber.
Tempat kegiatan: di Balai Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Kab. Blora Peserta sebanyak 40 orang, yakni warga yang sudah memiliki usaha makanan dan warga dengan status janda.
Peserta berasal dari Desa Sumber dan 4 desa miskin ekstrim di Kecamatan Kradenan. Pelatihan branding dan pengemasan dilaksanakan pada 27, 28, 29 Februari 2024.
Tempat kegiatan: di Balai Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Kab. Blora. Peserta sebanyak 40 orang, yakni warga yang sudah memiliki usaha dengan berbagai jenis produk.
Pelatihan market place dilaksanakan pada 5,6,7 Maret 2024. Tempat kegiatan di Balai Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Kab. Blora.
Peserta sebanyak 40 orang, yakni warga yang sudah memiliki usaha dengan berbagai jenis produk
Penerima manfaat dari program ini tidak hanya perguruan tinggi dan DUDI (mitra) namun juga masyarakat di lingkungan dan pemerintah setempat.
Desa Sumber sebagai rintisan desa percontohan dalam bidang ekonomi kreatif dapat diwujudkan dengan sinergi berbagai pihak.
Pengolahan bahan pangan dari potensi lokal akan memunculkan minat petani dalam menanam tenaman seperti: ketela, jagung, pare, labu, dan bebagai tanaman lain yang ditanaman masyarakat setempat.
Hasil olahan pangan akan dikemas sebagai produk oleh-oleh dari Desa Sumber, yang dapat dipasarkan secara luar.
Inovasi produk batik UKM Manggar dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta perluasan pemasaran akan menciptakan peluang penyerapan tenaga kerja.
Kearifan lokal masyarakat Sedulur Sikep, dikemas sebagai rintisan wisata edukasi sebagai daya tarik kunjungan ke Desa Sumber, dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. (*)
Editor : Damianus Bram