RADARSOLO.COM - Duka menyelimuti keluarga setelah Juliana Marins, turis asal Brasil, ditemukan meninggal dunia usia terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani.
Juliana Marins diketahui terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (21/6/2025).
Titik Juliana Marins terjatuh sekitar 400 meter di kawasan Cemara Nunggal, dekat danau kawah Rinjani.
Setelah dilakukan pencarian selama empat hari, Juliana Marins dikonfirmasi telah meninggal.
Saat ditemukan tim rescue, tidak ada tanda-tanda kehidupan pada Juliana Marins.
Manoel Marins, ayah Juliana Marins, membuat postingan sedih tentang kepergian anaknya tersebut.
Terpantau di akun media sosial Instagram miliknya, Manoel memposting foto sang anak dengan diberi judul Pedaço de Mim yang berarti Bagian dari Diriku.
Di dalam kolom caption, Manoel menyertakan lirik Pedaco de Mim. Diketahui Pedaço de Mim adalah lagu karya Chico Buarque, musisi asal Brasil.
Lagu ini sangat puitis dan sarat emosi, yang berbicara tentang kehilangan, kerinduan, dan luka batin akibat perpisahan.
Netizen yang melihat postingan Manoel pun kemudian membalas dengan pesan empati dan duka cita.
"Semoga Tuhan menyambutmu dengan tangan terbuka Juliana???? dan seluruh keluarga, semoga Tuhan menghibur hati setiap orang dan memberikan penghiburan di hatimu bahwa kamu sempurna dalam hidupnya," tulis feuvalenca.
Berikut Lirik Pedaço de Mim" karya Chico Buarque
Oh, bagian dari diriku
Oh, separuh yang menjauh dariku
Bawalah tatapanmu
Karena rindu adalah siksaan terburuk
Lebih buruk dari lupa
Lebih buruk dari lumpuh
Oh, bagian dari diriku
Oh, separuh yang diasingkan dariku
Bawalah jejak-jejakmu
Karena rindu itu menyakitkan seperti perahu
Yang perlahan menggambarkan lengkung
Dan menghindari merapat di dermaga
Oh, bagian dari diriku
Oh, separuh yang tercabut dari diriku
Bawalah bayangmu
Karena rindu adalah kebalikan dari kelahiran
Rindu itu seperti merapikan kamar
Anak yang telah tiada
Oh, bagian dari diriku
Oh, separuh yang teramputasi dariku
Bawalah segala tentangmu
Karena rindu itu berdenyut menyakitkan
Seperti tusukan tajam
Di anggota tubuh yang telah hilang
Oh, bagian dari diriku
Oh, separuh yang sangat kucintai
Basuhlah mataku
Karena rindu adalah hukuman terberat
Dan aku tak ingin membawa bersamaku
Kafan cinta
Selamat tinggal
Editor : Nur Pramudito