Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil Gibran Huzaifah, CEO Startup eFishery yang Ditangkap Polisi, Bikin Publik Geram: Reputasi Indonesia Surga Korupsi Kian Mendunia

Syahaamah Fikria • Rabu, 6 Agustus 2025 | 01:23 WIB
Gibran Huzaifah, CEO eFishery kini ditangkap polisi.
Gibran Huzaifah, CEO eFishery kini ditangkap polisi.

RADARSOLO.COM – Dunia startup agritech Indonesia diguncang kabar mengejutkan. Gibran Huzaifah, pendiri dan mantan CEO eFishery, kini berada di balik jeruji besi.

Ia ditahan Bareskrim Polri atas kasus dugaan manipulasi laporan keuangan perusahaan.

Penahanan Gibran tidak sendirian, dua petinggi eFishery lainnya, Hardian Raditya dan Andri Yadi, juga ikut diamankan oleh pihak kepolisian.

"Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah melakukan penahanan terhadap Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy, Angga Hardian Raditya, dan Andri Yadi," ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf, Selasa (5/8/2025).

Helfi menambahkan, ketiga bos eFishery tersebut telah ditahan sejak akhir Juli, tepatnya pada 31 Juli 2025.

Hingga kini, Helfi belum memberikan detail lengkap mengenai kasus yang menjerat Gibran dan dua rekannya.

Namun ia memastikan penahanan ini terkait dengan permasalahan yang ada di eFishery.

Profil Gibran Huzaifah

Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy adalah sosok visioner di balik eFishery, sebuah startup yang ia dirikan bersama Muhammad Ihsan Akhirulsyah dan Chrisna Aditya pada tahun 2013.

Sejak awal berdiri, Gibran menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Gibran menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknologi Hayati.

Semangatnya untuk berwirausaha di sektor perikanan sudah muncul sejak masa kuliah, terinspirasi dari mata kuliah akuakultur yang ia ambil.

Ia memulai usahanya dengan membudidayakan ikan lele, yang kemudian berkembang pesat dari satu kolam hingga puluhan kolam.

Melihat potensi besar di bidang perikanan, Gibran akhirnya mendirikan eFishery, sebuah platform teknologi yang bertujuan untuk memodernisasi sektor akuakultur.

Di bawah kepemimpinannya, eFishery tumbuh pesat dan berhasil memberikan dukungan kepada lebih dari 70.000 pembudidaya ikan dan petambak udang di lebih dari 280 kota dan kabupaten di Indonesia.

Bahkan, eFishery sukses menyandang status Unicorn setelah valuasinya menembus angka USD 1 miliar.

Skandal Laporan Keuangan

Namun, di balik kesuksesan yang gemilang, terungkap fakta mengejutkan.

Pada tahun 2024, muncul dugaan penggelapan dana dalam laporan keuangan eFishery.

Audit yang dilakukan oleh lembaga asal Singapura menemukan bahwa Gibran diduga melakukan transaksi fiktif menggunakan perusahaan boneka.

Tindakan ini diduga dilakukan untuk memoles citra eFishery di mata para investor.

Skandal ini berdampak fatal. Startup Unicorn yang pernah menjadi kebanggaan itu akhirnya harus menghentikan operasionalnya, berujung pada penangkapan Gibran dan dua petinggi lainnya oleh pihak kepolisian.

Di sisi lain kasus dan penangkapan Gibran turut menarik perhatian publik.

Netizen pun ramai-ramai menyorot kasus penggelapan dana yang dilakukan bos startup tersebt.

"Terima kasih @gibranhuzaifah, CEO eFishery. Berkat Anda, reputasi Indonesia sebagai surga korupsi & penipuan kini makin mendunia. Sekarang malah minta belas kasihan dengan narasi "saya cuman mau bantu peternak2 ikan."Padahal gaji Rp1,2 miliar per BULAN," komen @its*****.

"Anjayy , korupsi sudah merusak negara ini sampai ketulang2nya , gak gibran efishery @gibranhuzaifah doyannya manipulasi data," tulis @Ram*****.

"Tidak habis pikir kenapa Gibran mau-maunya memanipulasi laporan keuangan eFishery sehingga fraud tersebut pasti terdeteksi. Mahasiswa2ku selalu kuajarkan untuk jujur ujian, membuat tucil dan tubes. Moga2 gak ada dari kalian melakukan perbuatan seperti itu. Memalukan almamater," kata @Mun******. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#unicorn #ceo #efishery #manipulasi laporan keuangan #penggelapan dana #Gibran Huzaifah #startup