RADARSOLO.COM-Aksi demonstrasi mendesak pengunduran diri Bupati Pati Sudewo di depan Kantor Bupati Pati sempat tegang dan diwarnai kericuhan, Rabu (13/8/2025).
Insiden ini terjadi saat massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendesak bupati untuk keluar menemui mereka.
Kericuhan bermula sekitar pukul 09.42, usai orasi yang disampaikan oleh Cak Soleh, perwakilan peserta aksi dari Jawa Timur.
Cak Soleh, yang naik ke panggung orasi, menyerukan agar momen demo ini juga menjadi wadah advokasi untuk isu lain seperti penggusuran.
Situasi memanas ketika salah satu orator menyerukan agar Bupati Sudewo lengser.
"Lengserkan Sudewo, lengser sendiri atau dipaksakan oleh rakyat!" teriak salah satu orator seperti dikutip dari radarkudus.jawapos.com.
Seketika, beberapa botol air mineral dilemparkan ke arah Pendopo Kabupaten Pati, memicu ketegangan.
Namun, situasi berhasil diredam berkat kehadiran Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, yang langsung mendatangi panggung aksi.
Ia menyapa para peserta demo dan menyerukan agar unjuk rasa tetap berjalan damai.
"Siang ini bersama kalian mengawal kegiatan berjalan dengan lancar. Saya dengan Pak Dandim semua warga Pati," jelas Kapolresta.
"Hidup rakyat hidup Pati. Kami akan melayani masyarakat," lanjutnya, menenangkan massa.
Aksi demo ini diketahui digelar untuk menindaklanjuti "undangan" dari Bupati Pati Sudewo terkait aspirasi masyarakat soal penurunan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sebelumnya naik hingga 250 persen.
Meskipun demikian, sebelum demonstrasi berlangsung, Bupati Sudewo sebenarnya telah mengabulkan dua tuntutan utama warga:
- Pembatalan kenaikan tarif PBB-P2.
- Pembatalan kebijakan sekolah lima hari dan mengembalikan sistem sekolah menjadi enam hari dalam sepekan. (wa)