Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Korban Keracunan Meluas, Distribusi MBG di Sragen Dihentikan Sementera, Gubernur Luthfi: Tunggu Hasil Lab

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 14 Agustus 2025 | 00:31 WIB
Gubernur Luthi beri paparan di Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (13/8/2025).
Gubernur Luthi beri paparan di Universitas Diponegoro Semarang, Jumat (13/8/2025).

RADARSOLO.COM-Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menanggapi serius kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sragen.

Ia memastikan bahwa program MBG di wilayah tersebut dihentikan sementara waktu hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Kita berhentikan dulu MBG-nya. Kita sudah buka posko terkait dengan kesehatan 24 jam. Sampai hari ini tidak ada yang dirawat inap, hanya rawat jalan. Hasilnya kita lab-kan. Tetapi kondisi anak-anak kita sudah sehat semua,” beber Ahmad Luthfi ditemui di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (13/8/2025).

196 Anak Alami Keracunan Ringan, Sampel Makanan Sedang Diperiksa

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar menambahkan, peristiwa keracunan di Sragen mengakibatkan sekitar 196 anak mengalami gangguan pencernaan ringan.

Mereka semua sudah diperiksa dan menjalani rawat jalan, tidak ada yang dirawat inap.

Saat ini, sampel makanan dari dapur umum di lokasi MBG Sragen sedang diperiksa di lab Dinkes Jateng untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.

“Rawat jalan, tidak ada yang rawat inap, karena gangguan pencernaan ringan. Tetapi untuk penyebabnya memang belum diketahui. Sampel makanannya sekarang diperiksa di provinsi untuk melihat apa penyebabnya,” ujar Yunita.

Sembari menunggu hasil laboratorium, Satuan Tugas (Satgas) MBG Jateng bersama Dinkes terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan tersebut pun dihentikan sementara operasionalnya.

Yunita menyatakan, Gubernur Ahmad Luthfi terus memantau perkembangan kasus tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa Diminta Dampingi Desa Miskin, Gubernur Jateng Minta Kolaborasi Semua Pihak

Pemprov Jateng juga sudah membuka posko layanan kesehatan 24 jam untuk menerima aduan atau laporan lanjutan dari korban.

Dalam dua hari ke depan, pemeriksaan komprehensif akan dilakukan, mulai dari alat makan, dapur, bahan makanan, hingga cara pengolahan dan penyajian.

Pihak SPPG juga akan dievaluasi oleh BGN selaku instansi berwenang. “Sampai hari ini belum bisa disimpulkan di mana titik masalahnya. Nanti dilihat dari hasil laboratorium,” ungkap Yunita. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#gubernur jateng #Ahmad Luthfi #Mbg #sragen #keracunan #Makan Bergizi Gratis