Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral! Kronologi Awal Mula Dokter Syahpri Dipaksa Keluarga Pasien Buka Masker, Kini Lapor Polisi: Belum Ada Permintaan Maaf 

Syahaamah Fikria • Kamis, 14 Agustus 2025 | 03:50 WIB
Dokter Syahpri Putra Wangsa, Sp Pd, KGH, FINASIM.
Dokter Syahpri Putra Wangsa, Sp Pd, KGH, FINASIM.

RADARSOLO.COM – Sebuah video yang merekam perlakuan tidak menyenangkan terhadap seorang dokter di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mendadak viral.

Dalam rekaman berdurasi 41 detik, Dokter Syahpri Putra Wangsa, spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal hipertensi, tampak menjadi korban tindakan arogansi dari keluarga pasien.

Peristiwa ini bermula saat Dokter bergelar Sp PD, KGH, FINASIM itu sedang memeriksa pasien di ruang perawatan.

Tiba-tiba, salah satu anggota keluarga pasien meminta dokter tersebut untuk melepas masker yang ia kenakan.

Permintaan itu ditolak secara halus karena bertentangan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit.

Namun, situasi memanas ketika seorang anggota keluarga pasien memegang bagian belakang leher dokter, memaksa ia membuka maskernya.

Meski akhirnya masker dilepas, tindakan itu jelas dilakukan di bawah tekanan.

Apalagi terlihat tangan keluarga pasien yang menyentuh tubuh sang dokter.

IDI Ikut Mengecam Keras

Tindakan arogansi keluarga pasien ini menuai kecaman keras dari publik dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Muba.

Ketua Badan Hukum Pembela Profesi dan Advokasi (BHP2A) IDI Muba, dr Zwesty Devi menyampaikan keprihatinannya.

"Tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan, apalagi secara fisik, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun," tegasnya, Rabu (13/8/2025).

IDI Muba pun memberikan pendampingan hukum penuh kepada Dokter Syahpri dan mendukung langkahnya untuk melaporkan kasus ini ke Polres Musi Banyuasin.

"Dokter adalah garda terdepan layanan kesehatan, bukan pihak yang seharusnya menjadi korban kekerasan," tambah dr Zwesty.

Dokter Syahpri Melapor

Didampingi pihak RSUD Sekayu dan IDI Muba, Dokter Syahpri Putra Wangsa akhirnya membuat laporan resmi ke Polres Muba.

Ia mengaku mengambil langkah hukum ini demi memberikan efek jera dan mencegah aksi kekerasan serupa terhadap tenaga medis lainnya di masa depan.

"Yang jelas saya mewakili seluruh nakes di Indonesia, jangan sampai terjadi Syahpri-Syahpri yang lain. Kita harus menentukan sikap, tegas," kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa intimidasi semacam ini dapat mengganggu kinerja tenaga kesehatan saat merawat pasien, sehingga perlindungan profesi adalah hal yang mutlak.

Lebih lanjut, diakui sang dokter, hingga saat ini belum ada permintaan maaf dari keluarga pasien yang bersangkutan kepadanya.

"Yang bersangkutan belum sampaikan minta maaf secara pribadi," tandas Dokter Syahpri. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#Arogansi #viral #keluarga pasien #Syahpri Putra Wangsa #dokter