RADARSOLO.COM - Glory Lamria, mahasiswi Columbia University, menjadi sorotan publik setelah tampil menyambut Menteri Pertahanan sekaligus Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, jelang pidato di Sidang Umum ke-80 PBB, New York, Amerika Serikat.
Video wawancara Glory Lamria sempat viral di media sosial.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan kebanggaannya atas kunjungan Prabowo dan berharap momentum tersebut bisa menjadi sarana aspirasi bagi diaspora Indonesia di AS.
"Yang pertama tentunya saya merasa bangga Presiden kita selama kurang lebih 10 tahun terakhir akhirnya bisa berkunjung ke New York dan menyampaikan aspirasi warga Indonesia secara general," ujar Glory Lamria , dikutip dari laman resmi Setkab.
"Yang kedua adalah saya berharap semoga ajang ini menjadi momen bukan hanya sekedar partisipasi, tapi juga bisa menjadikan wadah aspirasi bagi diaspora-diaspora yang ada di Amerika Serikat," sambung Glory Lamria.
Baca Juga: Link Live Streaming Pidato Presiden Prabowo di PBB: Kapan, Jam Berapa, Tayang di Mana?
Profil Glory Lamria Aritonang
Glory Lamria Aritonang merupakan lulusan Fakultas Teknik Kimia Universitas Indonesia (UI) dengan peminatan Teknologi Bioproses.
Sejak kuliah, Glory sudah menorehkan berbagai prestasi di kancah nasional maupun internasional.
Pada 2018, ia meraih medali emas pada ajang International Genetically Engineering Machine (iGEM) di Boston, AS.
Tak lama kemudian, pada 2019, Glory dinobatkan sebagai Most Outstanding Student Award kategori Riset dan Teknologi oleh Kementerian Riset dan Teknologi RI.
Ia juga pernah menjadi juara pertama kategori Business Impact Challenge di HPAIR Harvard University, berkolaborasi dengan mahasiswa dari Oxford, Nazarbayev, dan Kathmandu University.
Selain prestasi akademis, Glory aktif di kegiatan sosial. Ia mendirikan ChapterOne Indonesia pada 2020, organisasi yang bergerak di bidang literasi dan pendidikan, serta menjadi anggota senior IEEE sejak 2025.
Karier Profesional Glory Lamria Aritonang dan Pendidikan Lanjutan
Glory melanjutkan studi Master of Science (MS) di Technology Management di Columbia University, AS.
Di kampus, ia aktif sebagai Graduate Student Assistant di bidang Project Management, serta terlibat dalam berbagai program seperti SPS Graduate Internship Program dan menjadi Student Life Fellow.
Dalam karier profesionalnya, Glory pernah bekerja di TikTok sebagai Senior Manager untuk Global Operation (2022–2023), lalu melanjutkan ke Shopee sebagai Lead (2023–2024).
Pada 2025, ia menjalani program magang sebagai Investment Analyst di perusahaan stealth dan Banking Assistant di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Glory juga mengikuti program musim panas di Stanford University pada bidang Mathematical Statistics and Probability dengan IPK sempurna 4.00.
Ia telah mengoleksi lebih dari 10 penghargaan dari institusi seperti Schlumberger, Unilever, dan AiCHE.
Baca Juga: Seluruh Mitra MBG Bakal Dipanggil Prabowo, Buntut Jumlah Fanstatis Kasus Keracunan Siswa
Kehidupan Diaspora Glory Lamria Aritonang dan Sorotan Netizen
Glory Lamria pertama kali mencuri perhatian publik karena muncul ketika rombongan Presiden Prabowo Subianto di New York, AS.
Kehadirannya dalam rangka agenda pidato Presiden di forum PBB. Sebagai salah satu diaspora Indonesia yang hadir, Glory memberikan tanggapannya mengenai kunjungan tersebut.
Namun, kemunculannya ini kemudian menjadi viral bukan hanya karena kontennya, melainkan juga karena narasi yang berkembang di media sosial.
Sebuah akun media sosial bernama Bareng Warga mengklaim bahwa wawancara tersebut telah diatur sebelumnya oleh wartawan istana dan narasumbernya, termasuk Glory, sudah dipilih.
Akun tersebut juga menyoroti unggahan Glory yang menunjukkan dirinya berenang di Hotel AMAN New York, tempat rombongan presiden menginap.
Klaim ini menimbulkan spekulasi dan keramaian di kalangan netizen, terutama karena harga kamar di hotel tersebut yang dikenal sangat fantastis, mulai dari USD 6.000 hingga USD 25.000 (sekitar 414.725.000) per malam.
Isu ini memanas di tengah tekanan ekonomi dan tingginya kasus keracunan MBG yang anggarannya ditekan hingga membuat varian makanan juga turut ditekan.
Akun tersebut juga mengklaim ada kabar bahwa mahasiswa dan diaspora lain yang diwawancara juga mendapatkan fasilitas menginap gratis di hotel tersebut.(np)
Editor : Nur Pramudito